Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Temukan Cara Aneh tapi Ampuh Setop Wabah Demam Berdarah
    Insight News

    Peneliti Temukan Cara Aneh tapi Ampuh Setop Wabah Demam Berdarah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 November 2024Updated:8 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian menemukan cara perkawinan antara nyamuk demam berdarah bisa terhenti. Yaitu saat salah satu indera hewan tersebut tidak berfungsi.

    Dalam hal ini pendengaran nyamuk tuli. Penelitian dari UC Santa Barbara menciptakan nyamuk tuli dan menemukan nyamuk jantan tidak tertarik untuk kawin.

    “Anda bisa membiarkan bersama dengan nyamuk betina selama berhari-hari dan mereka tidak kawin,” jelas peneliti Craig Montell, dikutip dari Phys, Kamis (7/11/2024).

    Karena biasanya nyamuk betina akan mengepakkan sayapnya dengan kekuatan 500 Hz. Saat nyamuk jantan mendengarnya, mereka terbang dan mendengung 800 Hz lalu memodulasi frekuensi saat nyamuk betina di sekitarnya.

    Montell dan penulis utama lainnya menduga ada peran pendengaran nyamuk pada perilaku kawin ini. Mereka menyelidiki neuron pendengaran yang berada di dasar antena pada struktur organ Johnston.

    Tim berfokus pada saluran sensori yang disebut TRPVa. Ini merupakan analog dari saluran untuk pendengaran lalat buah.

    Para peneliti melumpuhkan TRPVa pada nyamuk Aedes Aegypti, pada akhirnya tidak bereaksi pada suara. Saat nyamuk tuli itu berada di ruangan yang sama dengan betina, tidak terjadi apa-apa.

    Sebaliknya, nyamuk dengan pendengaran yang lebih baik langsung kawin dengan nyamuk betina berkali-kali dalam beberapa menit.

    Namun pendengaran ini memiliki dampak yang berbeda. Pada nyamuk betina tuli, nampaknya masih memiliki nafsu dalam diri dibandingkan dengan jantan tuli.

    Montell menjelaskan nyamuk jantan memiliki neuron pendengaran terbanyak dari serangga lain. Sementara nyamuk betina memiliki setengahnya.

    Penelitian ini memiliki implikasi besar bagi cara mengelola penularan penyakit dengan mengendalikan populasi vektor nyamuk, termasuk Aedes Aegypti.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Digitalisasi Bikin Bisnis Logistik Efisien & Kurangi Kecelakaan





    Next Article



    Lubang Raksasa Terdalam Dunia Terkuak, Muat Monas Tiga Tumpuk!



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.