Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Twitter, Facebook, Google Bersatu ‘Jegal’ Rusia
    Insight News

    Twitter, Facebook, Google Bersatu ‘Jegal’ Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Februari 2022Updated:28 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Facebook dan YouTube memblokir media Rusia yang dikelola pemerintah untuk mengiklankan dan memonetisasi konten.

    “Kami sekarang melarang media pemerintah Rusia menjalankan iklan atau memonetisasi di platform kami di manapun di dunia,” kata Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan di Facebook, dalam cuitannya di Twitter.

    Sedangkan YouTube mengatakan juga menangguhkan beberapa saluran media pemerintah Rusia, termasuk RT dari menghasilkan uang lewat iklan.

    Selain itu, platform video online milik Google itu juga membatasi rekomendasi kanal tersebut dan memblokirnya sepenuhnya di Ukraina atas permintaan pemerintah Ukraina, menurut juru bicara YouTube.

    Mengutip laman NPR, Senin (28/2/2022), raksasa pencarian Google juga mengatakan sudah menghentikan kemampuan media yang didanai pemerintah Rusia untuk menghasilkan uang melalui layanan iklan Google

    “Kami secara aktif memantau perkembangan baru dan akan mengambil langkah lebih lanjut jika perlu,” kata juru bicara Google Michael Aciman.

    Sementara Twitter menangguhkan semua iklan di Ukraina dan Rusia, karena tekanan meningkat pada platform teknologi untuk menanggapi invasi. Hal itu diambil untuk memastikan informasi keselamatan publik yang penting ditingkatkan.

    Penangguhan iklan terjadi ketika perusahaan teknologi AS dipaksa oleh upaya berkelanjutan Kremlin yang berusaha memperketat kekuatannya pada komunikasi dan menahan perbedaan pendapat.

    Beberapa waktu lalu bahkan regulator komunikasi Rusia menuduh Facebook menyensor akun resmi Zvezda, saluran TV yang dijalankan oleh kementerian pertahanan Rusia, kantor berita milik negara RIA Novosti, dan dua situs berita, Lenta.ru dan Gazeta.ru.

    Sebagai pembalasan atas apa yang digambarkan regulator sebagai pelanggaran hukum dan hak asasi manusia Rusia, pihaknya membatasi akses ke Facebook di negara itu.

    Menanggapi klaim itu, wakil presiden urusan global Meta Nick Clegg mengatakan pihak berwenang Rusia telah memerintahkan perusahaan untuk berhenti memberi label dan memeriksa unggahan dari empat organisasi media milik negara Rusia.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.