Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Google Tinggal Tunggu Waktu, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Nasib Google Tinggal Tunggu Waktu, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Oktober 2024Updated:29 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Google diprediksi tak akan lagi mendominasi pasar iklan internet di masa depan. Sebuah laporan menyebutkan pertumbuhan pendapatan Alphabet, induk perusahaan Google, pada kuartal ini tidak sebanyak kuartal sebelumnya.

    Hal ini didorong persaingan ketat yang harus dihadapi layanan mesin pencarian Search. Para pengiklan juga mulai melirik perusahaan lain seperti Amazon dan TikTok, serta platform berbasis Artificial Intelligence (AI) lainnya.

    Pendapatan Google Search diperkirakan analis dari Visible Alpha tumbuh 11,6% pada kuartal ketiga (Q3) 2024. Angka itu masih rendah dari Q2 yang meningkat 13,8%.

    Awal bulan ini, firma riset eMarketer memprediksi pangsa iklan pencarian milik Google turun hingga di bawah 50% pada tahun depan di Amerika Serikat (AS). Jika benar, ini menandai fenomena penurunan signifikan untuk pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir.

    Di sisi lain, pendapatan iklan pencarian Amazon di AS tumbuh 24%. Platform Perplexity AI yang didukung pendiri Amazon Jeff Bezos juga mendapatkan banyak keuntungan dari pendapatan iklan.

    “Pendatang baru seperti Perplexity dan ChatGPT mendapatkan miliaran dolar karena asumsi pencarian bisa diganggu, Google dianggap lambat dan tidak siap untuk pengembangan GenAI,” jelas analis dari Moffettnathanson, dikutip dari Reuters, Selasa (29/10/2024).

    Mereka berpendapat kemungkinan tren ini juga akan terus berlanjut hingga 2025. “Sebagian narasi negatif akan sulit dibantah tahun depan,” jelas analis.

    Para analis mengharapkan adanya perubahan pada Google Search. Meski mulai gencar mengadopsi AI, tetapi Google terhitung tertinggal karena para pesaingnya tumbuh subur dan sudah lebih dulu memperkenalkan kemampuan AI.

    Selain itu, kasus monopoli Google juga jadi faktor penentu. Ada kemungkinan model bisnis Google di masa depan dirombak, sehingga tidak bisa mempertahankan keunggulan pada pencarian eksklusif bagi pengguna Android dan iOS di AS.

    Dengan begitu, hal ini membuka peluang besar bagi para pesaingnya untuk terus bertumbuh.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Waduh, Iran Bongkar Email Donald Trump Jelang Pilpres AS





    Next Article



    Aplikasi Pengganti Google Makin Ramai, Kini Mau Bagi-bagi Cuan



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.