Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Disebut Manusia Rp 1.900 Triliun, Ini Bahasa Paling Susah di Dunia
    Insight News

    Disebut Manusia Rp 1.900 Triliun, Ini Bahasa Paling Susah di Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Oktober 2024Updated:26 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Nvidia mengembangkan model bahasa (LLM) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk bahasa Hindi. LLM bahasa Hindi tersebut dikembangkan Nvidia bersama beberapa perusahaan teknologi lokal.

    CEO Nvidia Jensen Huang mengumumkan pengembangan LLM bahasa Hindi dalam Nvidia AI Summit di Mumbai.

    Pria dengan kekayaan US$ 121,8 miliar (Rp 1.899) triliun itu menyatakan bahasa Hindi dengan berbagai macam dialeknya, adalah bahasa paling sulit di dunia. Oleh karena, LLM bahasa Hindi juga merupakan LLM yang paling sulit untuk dikembangkan.

    “Ini [bahasa Hindi] adalah bahasa paling sulit di dunia. Jika ada yang bisa melakukannya, Anda [India] bisa. Setelah India berhasil menciptakan LLM bahasa Hindi, Anda bisa melakukannya di negara mana saja di dunia,” kata Huang seperti dikutip South China Morning Post.

    LLM adalah model kecerdasan buatan yang dilatih sehingga bisa memahami hubungan antara kata dan frasa

    Nvidia mulai merilis model bahasa kecil, yang diberi nama Nemotron-4-Mini-Hindi-4B, dengan 4 miliar parameter. Model ini bisa digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan sendiri model AI mereka.

    “Model ini dipangkas, disaring, dan dilatih menggunakan kombinasi data bahasa Hindi di dunia nyata, data sintetis, dan data bahasa inggris,” kata Nvidia dalam pernyataan pers.

    Nvidia menjalin kerja sama pengembangan LLM dengan perusahaan India bernama Tech Mahindra. Selain itu, Nvidia menggandeng perusahaan ecommerce Flipkart untuk membangun sistem layanan pelanggan dan bekerja sama dengan perusahaan layanana kesehatan setempat untuk meningkatkan produktivitas dan riset.

    Huang berkunjung ke India untuk menjadi pembicara di AI Summit Nvidia di Mumbai pada Kamis (24/10) waktu setempat. Tiket untuk hadir pada konferensi itu terjual habis, dikutip dari Reuters, Jumat (25/10/2024).

    Orang-orang yang memiliki ketertarikan di bidang teknologi rela mengeluarkan uang ribuan rupee untuk datang ke Mumbai menghadiri acara tersebut.

    Sambutan serupa juga dialami Huang saat pulang kampung ke Taiwan. Ia disambut ribuan massa yang memenuhi stadium. Banyak yang mengatakan fenomena ini sebagai ‘Jensanity’.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Wajib Jadi Pemain Ekonomi Digital, Jangan Hanya Jadi Pasar




    Next Article



    Video: Nvidia Salip Apple & Microsoft Jadi Perusahaan Terbesar Dunia



    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.