Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warga Eropa Ternyata Tak Peduli Dimatai-matai Robot
    Insight News

    Warga Eropa Ternyata Tak Peduli Dimatai-matai Robot

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Oktober 2024Updated:22 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Mayoritas warga Eropa menyambut rencana polisi dan tentara menggunakan kecerdasan buatan untuk memantau penduduk. Eropa padahal menerapkan aturan pelindungan data pribadi yang ketat dibanding wilayah lainnya.

    Berdasarkan survei IE University Madrid atas 3.000 warga Eropa, 75 persen mendukung penuh penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti pengenalan wajah (facial recognition) dan data biometrik. 

    “Tak jelas apakah mereka memahami dampak dari penerapan AI ini,” kata Ikhlaq Sidhu dari IE University,

    Uni Eropa menerapkan aturan pelindungan data yang dinamakan General Data Protection Regulation (GDPR). Aturan ini menentukan cara organisasi swasta dan publik dalam memproses dan menyimpan data.

    Sanksi atas pelanggaran GDPR sangat berat, yaitu 4 persen dari pendapatan kotor tahunan perusahaan atau US$ 21,7 juta, salah satu yang terbesar.

    Meskipun mendukung penggunaan AI untuk pemantauan, warga Eropa cenderung menolak penggunaan AI dalam proses demokrasi seperti manipulasi (67 persen).

    AI bisa digunakan untuk menyebarkan berita bohong lewat teknologi deepfakes, yaitu gambar, suara, hingga video menyerupai tokoh nyata yang dimanipulasi melakukan atau mengatakan berita bohong.

    Platform AI generatif seperti Dall-E milik OpenAI atau Stability AI milik Midjourney, bisa menciptakan gambar palsu hanya lewat perintah teks.

    “AI dan deepfakes adalah contoh terkini dari tren berita bohong dan makin susahnya verifikasi. Tren yang sudah tumbuh sejak awal internet, media sosial, dan algoritma AI,” kata Sidhu.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Investasi Data Center RI Baru Recehan, Malaysia Panen Investor





    Next Article



    Takut AI Kuasai Senjata Nuklir, Sekjen PBB Memohon ke AS dan Rusia



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.