Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Google Terima Nobel, Ilmuwan Ramai-ramai Protes
    Insight News

    Peneliti Google Terima Nobel, Ilmuwan Ramai-ramai Protes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Oktober 2024Updated:16 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Ilmuwan komputer asal Inggris Profesor Demis Hassabis, mendapatkan Nobel Kimia untuk karya revolusioner tentang protein, bahan pembangun kehidupan.

    Pria 48 tahun itu juga seorang pendiri sekaligus CEO dari perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang kemudian menjadi Google DeepMind.

    Ia bahkan pernah dinobatkan sebagai CEO terpintar di dunia dalam riset oleh perusahaan teknologi Preply.

    Profesor John Jumper, yang bekerja dengan Prof Hassabis dalam terobosan tersebut, berbagi penghargaan tersebut dengan Profesor David Bak.

    Mereka bersama-sama dianugerahi Penghargaan Nobel Kimia 2024 atas karya mereka dalam mengembangkan AlphaFold, sistem AI inovatif yang memprediksi struktur 3D protein dari urutan asam aminonya. David Baker juga dianugerahi bersama atas karyanya dalam desain protein komputasional.

    AlphaFold yang tersedia secara gratis melalui AlphaFold Protein Structure Database, telah memberikan lebih dari 2 juta ilmuwan dan peneliti dari 190 negara alat yang ampuh untuk membuat penemuan baru.

    Makalah AlphaFold2, yang diterbitkan pada tahun 2021, tetap menjadi salah satu publikasi yang paling banyak dikutip sepanjang masa.

    Para ilmuwan telah lama berjuang untuk memprediksi bentuk masing-masing dari jutaan protein ini, tetapi struktur itulah yang mendorong di dalam tubuh manusia.

    Memahami struktur tersebut sangat penting untuk mengetahui cara menargetkan protein dan mengubah perilakunya yang sangat penting dalam bidang kedokteran.

    Komite Nobel menyebut AlphaFold2 sebagai “revolusi yang lengkap”, dan alat tersebut sekarang digunakan untuk 200 juta protein di seluruh dunia.

    Sebelum para ilmuwan mulai mengerjakan masalah tersebut, hanya sebagian kecil dari struktur protein yang telah berhasil dikerjakan.

    Picu Kontroversi

    Hassabis bukan satu-satunya penerima Nobel yang terafiliasi dengan Google. Mantan peneliti Google, Geoffrey Hinton, juga memenangkan Nobel Fisika, bersama dengan ilmuwan AS Joh Hopfield.

    Nobel itu diberikan atas penemuan awal mereka terkait machine learning yang memicu jalan untuk booming teknologi AI.

    Hal ini memicu kontroversi di kalangan ilmuwan. Profesor Dame Wendy Hall yang merupakan penasihat AI di PBB mengatakan tokoh-tokoh tersebut pantas menerima penghargaan atas kerja keras mereka.

    Namun, ia mengkritisi tak ada Nobel untuk ilmuwan matematika.

    “Komite Nobel tak ingin ketinggalan dengan AI. Tapi, sangat mengherankan mereka memilih Geoffrey untuk Nobel Fisika,” kata dia.

    Hal serupa diungkap Noah Giansiracusa, Profesor matematika di Bentley University.

    “Apa yang dia [Geoffrey] lakukan memang spektakuler. Tapi apakah itu terkait Fisika? Menurut saya tidak. Meski ada inspirasi di bidang Fisika, namun mereka tak mengembangkan teori baru atau memecahkan masalah lama di bidang Fisika,” kata dia.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Telekomunikasi Kelas Dunia di IKN: Fondasi Masa Depan Indonesia


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.