Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Rp 1.800 T Makin Kaya, Sumber Uangnya Panen Terus
    Insight News

    Manusia Rp 1.800 T Makin Kaya, Sumber Uangnya Panen Terus

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Oktober 2024Updated:11 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa chip Nvidia telah mengalahkan Microsoft menjadi perusahaan paling bernilai ke-2 di dunia. Posisinya hanya satu peringkat di bawah Apple.

    Sepanjang bulan lalu, saham Nvidia telah melonjak 25% dan diprediksi akan mencapai rekor tertinggi pada musim laporan kinerja beberapa pekan ke depan.

    Hal ini disokong popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif. Beberapa klien besar seperti Meta, Microsoft, dan Alphabet, bersiap memesan lebih banyak chip GPU canggih Nvidia.

    Saat ini, kekayaan CEO Nvidia Jensen Huang tercatat senilai US$ 117,7 miliar atau setara Rp 1.833 triliun dan menduduki posisi orang terkaya ke-11 di dunia, menurut daftar Forbes Real-Time Billionaires.

    Pada Agustus lalu, Nvidia melaporkan kinerja fiskal kuartal kedua (Q2) yang melonjak 122% secara tahun-ke-tahun (yoy). Pemasukan bersihnya naik lebih dari 2 kali lipat menjadi US$ 16,6 miliar atau Rp 258,5 triliun.

    Nvidia juga memberikan panduan kinerja melebihi ekspektasi pasar pada kuartal saat ini. Bahkan, Huang optimistis chip AI teranyar Blackwell mampu berkontribusi terhadap beberapa miliar dolar ke pemasukan perusahaan.

    Permintaan yang besar dari para raksasa teknologi juga membuat Nvidia mengantisipasi peningkatan penjualan untuk chip Hopper di dua kuartal ke depan. Chip Hopper saat ini sudah tersedia di pasaran dan merupakan generasi pendahulu Blackwell.

    “Kami melihat Nvidia terus menjadi pemimpin pada pasar pelatihan AI dan chip untuk aplikasi data center,” kata analis Mizuho.

    Ia memprediksi Nvidia saat ini meraup pangsa pasar chip AI sebesar 95%. Analis memasang target harga saham US$ 140 untuk Nvidia. Namun, ada potensi risiko pembatasan dari China, di tengah panasnya geopolitik global.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Buka-bukaan Indosat Soal Aksi Stock Split




    Next Article



    Sosok Orang Terkaya Baru Pengganti Elon Musk, Penggemarnya Membludak



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.