Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jadi Hub Vaksin mRNA Asia Tenggara, Ini Kehebatan Bio Farma
    Insight News

    Jadi Hub Vaksin mRNA Asia Tenggara, Ini Kehebatan Bio Farma

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2022Updated:24 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – World Health Organization (WHO) menunjuk Indonesia untuk membangun hub atau pusat produksi vaksin Covid-19 berbasis messenger RNA (mRNA) di kawasan Asia Tenggara.

    Dalam program ini pemerintah menunjuk PT Bio Farma (Persero) sebagai perusahaan yang memproduksi vaksin mRNA. Induk holding BUMN farmasi ini telah lama dikenal sebagai manufaktur vaksin terbesar di Asia Tenggara. Kapasitas produksi Bio Farma mencapai 3,2 miliar meliputi 14 jenis vaksin yang sudah diekspor ke lebih dari 150 negara.

    “Kepercayaan dari WHO ini hanya permulaan. Ini juga bagian dari program transformasi besar-besaran yang sedang kami lakukan di holding BUMN farmasi,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (24/2/2022).

    Erick menyampaikan tujuan transformasi holding farmasi salah satunya untuk menyediakan produk dan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang terintegrasi, terjangkau, dan fokus pada pelanggan.

    Erick menambahkan Indonesia juga menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama dalam penyelenggaran presidensi G20. Erick menilai persoalan pemerataan vaksin hingga transfer teknologi harus menjadi prioritas dalam mengatasi persoalan sektor kesehatan, seperti kala pandemi terjadi.

    Program pembangunan hub vaksin berbasis mRNA ini id bawah insiatif mRNA vaccine technology transfer hubatau Pusat Alih Teknologi mRNA. Tujuannya untuk mendorong alih teknologi secara luas dan cepat ke beberapa negara.

    WHO menyampaikan program ini akan meningkatkan produksi vaksin khususnya di negara berpenghasilan menengah dan rendah. Tidak hanya itu, program alih teknologi mRNA juga memberikan jaminan tidak hanya terhadap vaksin Covid-19, tetapi juga untuk penyakit lain termasuk malaria, TBC dan kanker.

    mRNA merupakan teknologi baru dalam pembuatan vaksin. mRNA mengajarkan sel tubuh manusia cara membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh. Respons imun ini akan membentuk antibodi yang membuat tubuh terlindung dari infeksi virus. Pfizer-BioNTech dan Moderna sudah memakai teknologi ini dalam membuat vaksin Covid-19.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.