Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Makin Dekat Ditemukan di Bawah Tanah
    Insight News

    Tanda Kiamat Makin Dekat Ditemukan di Bawah Tanah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Oktober 2024Updated:8 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id  – Sebuah studi menunjukkan tanda ‘kiamat’ yang ditemukan di bawah tanah. Penelitian tersebut terkait dengan jumlah air bawah tanah yang makin lama makin menyusut. Bahkan, jumlah penurunannya juga makin signifikan dibandingkan 30-40 tahun lalu.

    Dalam penelitian dari UC Santa Barbara tercatat, penyusutan mencapai mencapai 71%, jauh di atas 16% pada periode 1980-1990.

    Temuan lainnya, penurunan terjadi tiga kali lipat pada beberapa tempat dari yang sudah diperkirakan sebelumnya.

    Penelitian tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data dari catatan nasional dan subnasional. Selain itu, mereka juga menggunakan data yang dikerjakan oleh lembaga lain.

    Selama dua tahun mereka membersihkan dan memilih data yang berguna. Aktivitas itu dilakukan agar bisa memahami 300 juta pengukuran ketinggian air dari 1,5 juta sumur dalam 100 tahun terakhir.

    Pekerjaan tim peneliti juga tak terhenti di situ. Mereka menerjemahkan lebih banyak data air tanah secara global dan mempelajari lebih dari 1.200 publikasi untuk melakukan rekonstruksi batasan akuifer di wilayah penelitian, dan melakukan evaluasi pada tren ketinggian air tanah pada 1.692 akuifer.

    Ada satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Yakni dengan menyimpan air di bawah tanah, dengan catatan melakukannya sesuai dengan perencanaan geologi yang tepat.

    Cara tersebut diyakini bisa membuat penyimpanan air lebih menguntungkan, sebab jauh lebih murah, tidak mengganggu dan tidak terlalu berbahaya.

    Penyimpanan air tanah dapat memberikan manfaat ekologi di wilayah tersebut. Peneliti dari Program Studi Lingkungan UC Santa Barbara, Debra Perrone menjelaskan pengisian ulang akuifer bisa menyimpan enam kali lebih banyak per dolar dibandingkan reservoir permukaan.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Investasi Data Center RI Baru Recehan, Malaysia Panen Investor





    Next Article



    Ilmuwan Temukan Jadwal Kiamat Dipercepat di Batang Pohon



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.