Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Video Game Tak Laku, Assassin’s Creed Bisa Jadi Milik China
    Insight News

    Video Game Tak Laku, Assassin’s Creed Bisa Jadi Milik China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Oktober 2024Updated:8 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Tencent, dikabarkan berencana mencaplok perusahaan game pencipta Assassin’s Creed, Ubisoft. Raksasa teknologi China tersebut menggandeng keluarga Guillemot yang mendirikan Ubisoft.

    CNBC International mengutip laporan Bloomberg News soal rencana Tencent dan keluarga Guillemot. Kabar buyout tersebut menangkat harga saham Ubisoft hingga 30 persen pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

    Rencana buyout itu memberikan angin segar kepada Ubisoft yang harga sahamnya sudah terpangkas hingga setengahnya dalam setahun terakhir.

    Salah satu rencana yang dibicarakan adalah Tencent dan Guillemot berkongsi untuk menarik Ubisoft dari bursa saham dan kembali menjadi perusahaan tertutup.

    Ubisoft menolak untuk berkomentar tentang kabar akuisisi tersebut. Tencent juga tidak memberikan komentar.

    Harga saham Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir tertekan karena investor cemas atas potensi raksasa game Eropa tersebut. Ubisoft dinilai tak punya cukup game triple-A, (game kualitas terbaik) dalam pengembangan.

    Pekan lalu, Ubisoft menunda peluncuran game terbaru dari seri Assassin’s Creed selama 3 bulan. Game berjudul Assassin’s Creed Shadows tersebut akan diluncurkan 3 bulan lebih lambat, yaitu pada 14 Februari 2025, setelah penjualan game Star Wars Outlaws buatan Ubisoft yang sudah diluncurkan sejak Agustus, seret.

    Ubisoft juga telah merilis proyeksi pendapatan yang lebih rendah untuk tahun depan.

    Tencent saat ini memiliki 10 persen saham Ubisoft. Perusahaan China tersebut selama ini lebih fokus dan sukses sebagai penerbit dan pengembang game mobile, termasuk Honor of Kings.

    Permasalahan yang dialami Ubisoft juga dialami oleh pemain lain dalam industri game. Pasar game global diperkirakan hanya bisa tumbuh 2,1 persen pada 2024, jauh di bawah pertumbuhan pesat selama periode Covid-19.

    James Lockyer, analis dari Peel Hunt, mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh industri game adalah kecenderungan gamer saat ini memilih memainkan game lama daripada membeli game terbaru.

    “Pilihan yang lebih banyak ditambah permasalahan biaya hidup membuat kantong konsumen menipis, sehingga pendapatan dan tingkat pengembalian investasi tiap judul game selalu di bawah ekspektasi,” kata Lockyer kepada CNBC International.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Dorong Industri Gim Lokal Jadi Potensi Ekonomi Baru, RI Terkendala Ini




    Next Article



    Industri Gim Melesat, Kenapa Pengembang Gim Lokal ‘Kalah’ Populer?



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.