Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti China Terusir dari Amerika, Xi Jinping Marah Besar
    Insight News

    Peneliti China Terusir dari Amerika, Xi Jinping Marah Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2024Updated:4 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden masih terus melancarkan aksi pemblokiran teknologi asal China. Terbaru, Amerika Serikat (AS) menargetkan perusahaan bioteknologi China yang beroperasi di negaranya.

    Alhasil, Wuxi AppTec dan WuXi Biologics yang merupakan firma penelitian dan pengembangan (R&D) manufaktur untuk industri farmasi dilaporkan berencana menjual operasi mereka di AS.

    Menurut sumber yang familiar dengan rencana tersebut, WuXi AppTech terpaksa akan menjual unit manufaktur terapi gen dan sel WuXi Advanced Therapies.

    Unit manufaktur itu mengoperasikan 4 laboratorium dan fasilitas manufaktur di Philadelphia, dikutip dari Reuters, Jumat (4/10/2024), berdasarkan laporan Financial Times.

    Sementara itu, WuXi Biologics yang lebih fokus menyediakan layanan biologi global untuk perusahaan farmasi dan bioteknologi, sedang berbincang dengan para pakar untuk menguji minat beberapa fasilitas produksinya di Eropa, kata FT.

    WuXi AppTec dan WuXi Biologics tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    DPR AS telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pada bulan lalu untuk membatasi bisnis dengan WuXi AppTec dan beberapa perusahaan bioteknologi lain asal China. Dalihnya, perusahaan-perusahaan itu dikhawatirkan mengancam keamanan nasional.

    RUU tersebut disahkan dengan perolehan suara 306 berbanding 81 suara, melampaui dua per tiga mayoritas yang dibutuhkan. Setelah itu, RUU tersebut harus disetujui Senat AS sebelum dapat diajukan ke Presiden Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang (UU).

    Pemerintahan Xi Jinping langsung merespons upaya terbaru AS menjegal bisnis China. Kementerian Luar Negeri China menggambarkan RUU tersebut sebagai “diskriminatif”, dan mengatakan bahwa AS harus berhenti membuat “alasan” untuk menekan perusahaan China.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Huawei Bersiap Saingi Chip AI Buatan Nvidia





    Next Article



    Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 T



    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.