Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kecanggihan Ketapel Nabi Daud Milik Israel Halau Rudal Iran
    Insight News

    Kecanggihan Ketapel Nabi Daud Milik Israel Halau Rudal Iran

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Peralatan perang Israel sering jadi pusat perhatian. Salah satunya adalah terkait lapisan pertahanan untuk menghalau berbagai serangan.

    Israel menggunakan sistem pertahanan berlapis. Salah satunya adalah ketapel Nabi Daud atau David’s Sling.

    David’s Sling merupakan rudah jarak menengah dan jauh. Jangkauannya mencapai 25-186 mil (40 km-299 km).

    Rudal dua tahap diproduksi oleh kontraktor Israel, Raytheon and Rafael. Senjata itu tidak memiliki hulu ledak, akan menghancurkan rudal balistik dengan kekuatan tumbukan yang kuat, dikutip dari ABC, Kamis (3/10/2024).

    Sistem itu akan mencegat sejumlah serangan musuh. Dari pesawat, drone, rudal balistik, rudal jarak jauh, hingga rudal jelajah.

    Sistem pertahanan lain yang digunakan Israel adalah Iron Dome. Ini mampu menjatuhkan sistem roket jarak pendek tidak terarah, biasanya serangan dilakukan oleh Hamas dan Hizbullah.

    Adapula Arrow 2 dan Arrow 3 yang menangani rudal jarak jauh seperti Rudal Balistik Antarbenua (ICBM). Sistem Arrow 3 memiliki jangkauan 1.500 mil dan ketinggian mencapai 100 mil.

    Arrow 2 akan meledak dekat rudal dan menjatuhkannya rudal yang datang. Sementara Arrow 3 merupakan rudal yang bisa menghantam dan membunuh serangan musuh.

    Sistem Arrow digunakan saat menembak jatuh rudal jarak jauh milik Houthi. Kelompok militan asal Yaman itu disebut mendukung Hamas dan Hizbullah dalam perang dengan Israel.

    Berikut adalah daftar senjata canggih Iran dan Israel:

    Arrow

    Arrow 3 yang digunakan pada 2017 mampu menangkis serangan lawan. Alat itu juga digunakan pada November 2023 untuk menghadang rudal balistik yang diluncurkan Houthi.

    Lalu, pembaruannya yang dinamai Arrow 2 mulai digunakan pada 2000 lalu.

    Sistem Arrow Israel mampu menghadang serangan rudal jarak dekat dan medium. Arrow 2 dirancang untuk menghadang ancaman dari atas atmosfer, sementara Arrow 3 di luar angkasa, menurut The Center for Strategic & International Studies.

    Petugas militer senior AS mengatakan Arrow mengambil peran signifikan dalam menyetop serangan rudal balistik Iran pada pekan lalu. Selain itu, peralatan laut dan udara milik AS juga terlibat.

    Shahed 136

    Iran meluncurkan ratusan drone kamikaze Shahed 136 ke Israel pada akhir pekan lalu. Iran memilih drone sebagai tembakan ‘salvo’ untuk mengancam Israel karena drone memiliki sejumlah keunggulan.

    Drone ini berukuran tidak terlalu besar, dengan panjang sekitar 3,5 meter, lebar 2,5 meter, dan hulu ledak hingga 40 kg.

    Pesawat tanpa awak ini juga didesain dengan sayap delta yang membuatnya lebih sulit dideteksi oleh radar.

    Melansir The Jerusalem Post, Iran telah mengembangkan drone selama beberapa tahun terakhir. Upaya Iran menggunakan drone untuk menyerang Israel bukan hal baru.

    Iran juga telah memasok drone Shahed 136 ke Rusia dalam jumlah besar untuk meneror Ukraina selama peperangan dua tahun terakhir. Rusia memilih menggunakan drone karena murah dan dapat dibuang serta meneror wilayah sipil.

    Iron Dome

    Iron Dome adalah salah satu sistem pertahanan andalan milik Israel. Sistem pertahanan ini juga yang digunakan untuk memblokir serangan Iran.

    Iron Dome merupakan perisai yang dimiliki Israel untuk melindungi wilayah udara mereka. Iron Dome menjadi sistem pertahanan darat-ke-udara jangka pendek.

    David’s Sling

    David’s Sling adalah sistem pertahanan Iran yang melindungi dari ancaman jarak pendek dan menengah. David’s Sling merupakan proyek gabungan Rafael Advanced Defense System Israel dengan raksasa pertahanan AS, Raytheon Technologies.

    Sistem ini dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dari jarak 100 km hingga 200 km. David’s Sling juga dirancang untuk mencegat pesawat, drone, dan rudal jelajah.

    SM-3

    AS mengonfirmasi bahwa sistem pencegat Angkatan Laut AS (Navy) SM-3 digunakan pula dalam menghadang serangan Iran pada akhir pekan lalu.

    SM-3 merupakan senjata pertahanan yang digunakan Angkatan Laut AS untuk menghancurkan rudal balistik jarak pendek hingga menengah.

    Pencegat menggunakan kekuatan semata, bukan hulu ledak eksplosif, untuk menghancurkan targetnya. “Kendaraan pembunuhnya” mampu menghadapi ancaman dengan kekuatan truk seberat 10 ton yang melaju dengan kecepatan 600 mph.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: DepositoBPR by Komunal Kembali Hadir





    Next Article



    Ordal Bongkar Bobrok YouTube, Ternyata Parah



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.