Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas RI Dikuasai Pengusaha Asing
    Insight News

    Awas RI Dikuasai Pengusaha Asing

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan ekonomi digital di dunia kian signifikan. Indonesia jadi salah satu yang merasakan pertumbuhan tersebut.

    Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menjelaskan kontribusi ekonomi digital pada PDB tahun 2030 diperkirakan US$210 hingga US$306 miliar. Ada beberapa sektor yang menjadi penyumbang terbesar ekonomi digital tersebut.

    “Di Indonesia, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB diproyeksikan mencapai 210 sampai 306 miliar USD di tahun 2030. Hanya 6 tahun berselang. Yang didominasi oleh sektor e-commerce, transportasi dan makanan, perjalanan online dan media online,” kata Budi dalam acara Sarasehan di Menara Kadin Indonesia, Kamis (3/10/2024).

    Bahkan dalam waktu yang sama, Indonesia diperkirakan jadi pemimpin sektor digital finansial.

    Dalam bidang investasi, Indonesia bisa meraup US$22 miliar pada sektor digital di tahun 2023. Tujuannya adalah pusat data, sistem pembayaran dan infrastruktur TIK.

    Namun perkembangan ini belum diikuti dengan belanja TIK. Di hadapan pengusaha nasional Anindya Bakrie, dia menjelaskan belanja Indonesia masih sangat rendah dibanding negara seperti Amerika Serikat (AS), China, bahkan negara tetangga Singapura.

    “Amerika sudah 2% dari PDB. Cina sudah 2% dari PDB. Kalau Singapura sudah 5% dari PDBnya untuk belanja TIK. Nah di Indonesia berapa? Baru setengah persen dari PDB kita dibelanjakan untuk sektor TIK,” jelasnya.

    “Jadi ini masih peluangnya kalau kita part dengan beberapa negara aja harusnya potensi belanja TIK kita harusnya sudah 4 kali lipat,” imbuh Budi.

    Pelaku industri juga diminta untuk bisa berkontribusi dalam pasar pusat data baik regional maupun global. Karena kebutuhan konsumsi data Indonesia kemungkinan masih akan terus meningkat seiring berjalannya.

    Konsumsi data Indonesia masih 2 watt per kapita per tahun. Dibandingkan Jepang yang hanya 20 watt per kapita per tahun.

    “Kesempatan ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri dalam negeri untuk turut berkontribusi dalam pasar pusat data regional dan global,” ucapnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Penasihat Prabowo dan Menkominfo Bahas Ekonomi Digital USD800 M





    Next Article



    Video: Menkominfo Jamin IDTH Dilengkapi Fasilitas Canggih Kelas Dunia



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.