Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Banjir Investasi Data Center di Negara Tetangga, RI Paling Sedikit
    Insight News

    Banjir Investasi Data Center di Negara Tetangga, RI Paling Sedikit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Negara tetangga RI kini menjadi tujuan investasi pusat data perusahaan teknologi global, khususnya di Malaysia.

    Menurut catatan kami, Malaysia menjadi negara destinasi yang paling banyak dituju untuk investasi pusat data. Banyak perusahaan yang menyasar negara tersebut untuk membangun pusat data regional mereka di Asia Tenggara.

    Lalu perusahaan mana saja yang sudah menyatakan komitmennya untuk investasi pusat data di negara tetangga RI? Berikut kami rangkum investasi data center di Malaysia.

    Oracle

    Perusahaan cloud asal AS, Oracle, baru saja mengumumkan rencana investasi di Malaysia dengan jumlah lebih US$6,5 miliar (Rp 98 triliun). Dana tersebut digunakan untuk mendirikan cloud regional publik pertamanya di Malaysia.

    Cloud regional rencananya akan membantu organisasi di Malaysia memodernisasi aplikasi mereka, memindahkan beban kerja mereka ke cloud, dan berinovasi dengan data, analitik, dan AI.

    Google

    Google juga menyatakan komitmen investasi sebesar US$2 miliar (Rp 32 triliun) di Malaysia. Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data dan wilayah cloud pertama di negara tersebut, seiring dengan meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud regional.

    Pusat data ini akan mendukung layanan digital untuk konsumen Google, seperti Search, Maps, dan Workspace. Sementara Cloud akan menyediakan layanan kepada perusahaan dan organisasi di sektor publik dan swasta.

    Amazon Web Services (AWS)

    Jumlah investasi AWS di Malaysia mencapai 29,2 miliar ringgit (Rp 102 triliun), ini adalah jumlah investasi terbesar yang dibuat oleh raksasa teknologi global di Malaysia.

    Investasi ini mencakup beberapa komponen utama. Yakni berinvestasi dalam membangun pusat data fisik di Malaysia. Membuka lebih 3.500 lapangan pekerjaan di Malaysia. Dan AWS telah menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Cloud dengan Pemerintah Malaysia untuk meningkatkan adopsi cloud di sektor publik.

    ByteDance

    ByteDance yang merupakan induk TikTok, juga berencana menggelontorkan dana US$ 2,13 miliar atau sekitar Rp 34,7 triliun untuk membangun pusat AI di Malaysia.

    Hal tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Perdagangan Malaysia beberapa saat lalu. Sebagai bagian dari kesepakatan, ByteDance akan mengekspansi fasilitas pusat data di Johor, melalui investasi tambahan senilai 1,5 miliar ringgit atau sekitar Rp 5,2 miliar.

    Microsoft

    Mei lalu, Microsoft mengumumkan akan berinvestasi sebesar US$2,2 miliar selama empat tahun ke depan untuk mendukung transformasi digital Malaysia.

    Investasi Microsoft meliputi pembangun infrastruktur cloud dan AI di Malaysia, menciptakan peluang keterampilan AI untuk 200.000 orang tambahan di Malaysia, dan memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Malaysia untuk mendirikan Pusat Keunggulan AI nasional dan meningkatkan kemampuan keamanan siber negara tersebut.

    Di Indonesia, Microsoft juga mengumumkan rencana investasi untuk infrastruktur cloud dan AI. Namun, nilainya masih di bawah investasi di Malaysia yaitu senilai US$ 1,7 miliar.

    RI mau rebut

    Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan pemerintah akan segera menerbitkan revisi PP 71 soal kewajiban menempatkan data di Indonesia untuk menarik investasi di bidang data center.




    Duta Besar Amerika Serikat Shirin Lakhdhir menemui Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi. (Dok. Menkominfo)

    Aturan tersebut direvisi supaya lebih atraktif, karena Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain. Dengan Malaysia misalnya, yang diketahui menarik banyak investor karena memberikan harga listrik murah. Indonesia, menurut Budi, juga harus berkompetisi dengan negara tetangga.

    “Listrik di Johor 8 sen per kWh, kan kita harus compete dong. Kan kita berkompetisi dengan negara lain soal hal-hal seperti listrik, terus mereka bebas pajak barang modal CPU dan GPU-nya,” ujar Budi usai konferensi pers, di Jakarta, Selasa (1/10/2024).

    “Nah itu kan kita harus diskusikan dengan kementerian keuangan kebijakan fiskalnya,” imbuhnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Uji “Kualitas” & Kekuatan Data Center RI Tarik Investasi Asing





    Next Article



    Luhut Yakin RI Tak Terkalahkan Walau TikTok-Google Pilih Malaysia



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.