Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rusia-Ukraina Panas, Inggris Warning Serangan Hacker
    Insight News

    Rusia-Ukraina Panas, Inggris Warning Serangan Hacker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Februari 2022Updated:23 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Inggris memperingatkan adanya potensi serangan siber dengan konsekuensi internasional. Himbauan ini terkait suasana Ukraina yang memburuk, menyusul perintah Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina Timur.

    Perkembangan yang terjadi di sana membuat Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) Badan Keamanan dan Intelijen Inggris (GCHQ), meminta organisasi setempat meningkatkan pertahanan online masing-masing.

    “Sementara NCSC tidak mengetahui adanya ancaman spesifik saat ini ke organisasi Inggris terkait peristiwa di dan sekitar Ukraina, telah ada pola historis dari serangan siber Ukraina dengan konsekuensi internasional,” ujar lembaga itu, dikutip dari Reuters, Rabu (23/2/2022).

    Serangan siber sebelumnya sudah menyerang situs perbankan dan pemerintah Ukraina minggu lalu. Kejadian itu membuat situs tersebut lumpuh karena serangan dari distributed denial of service (DDoS).

    Amerika Serikat (AS) dan Inggris kompak menunjuk Rusia sebagai dalang serangan tersebut. Namun pihak Rusia menolak tudingan itu.

    Menyusul serangan itu, enam negara di Uni Eropa mengirimkan tim ahli keamanan siber ke Ukraina. Wakil Menteri Pertahanan Lithuania, Margiris Abukevicius mengatakan mereka akan membantu Ukraina menangani ancaman siber di sana.

    Lithuania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania, dan Kroasia akan mengirimkan tim ahli yang telah dibentuk sebelumnya untuk membantu negara, lembaga dan mitra Uni Eropa lain mengatasi ancaman siber.

    Mengutip The Verge, salah satu yang menjadi korban adalah Kementerian Pertahanan Ukraina. Pada Selasa (15/2/2022) pukul 19.00 waktu setempat, lembaga itu mengaku situs webnya terkena serangan DDoS dan sedang dilakukan perbaikan.

    Sementara untuk bank serangan berdampak masif. Mulai dari memblokir layanan perbankan online termasuk untuk pembayaran dan tampilan saldo. Serta juga membuat ATM offline dan nasabah tidak bisa menarik atau mentransfer dana.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.