Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Jegal Karyawan Sendiri, Pemerintah Sampai Turun Tangan
    Insight News

    Apple Jegal Karyawan Sendiri, Pemerintah Sampai Turun Tangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan tenaga kerja AS menuduh Apple melakukan pelanggaran hak karyawan untuk berorganisasi dan mengadvokasi kondisi kerja yang lebih baik. Perusahaan pembuat iPhone itu disebut mempertahankan serangkaian aturan internal yang melanggar hukum.

    Dewan Hubungan Perburuhan Nasional dalam pengaduan menyebut Apple mewajibkan seluruh karyawan di AS untuk menandatangani perjanjian kerahasiaan, pengungkapan dan persaingan yang ilegal.

    Tuntutan lembaga tersebut menyebut Apple mengganggu, menahan, dan memaksa karyawan dalam menjalankan hak-hak mereka berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan federal.

    Apple, dalam sebuah pernyataan yang diberikan oleh seorang juru bicara, mengatakan bahwa pihaknya selalu menghormati hak karyawan untuk membahas upah, jam kerja, dan kondisi kerja, yang tercermin dalam kebijakan ketenagakerjaannya.

    “Kami sangat tidak setuju dengan klaim ini dan akan terus membagikan fakta-fakta di sidang tersebut,” kata Apple, dikutip dari Reuters, Rabu (2/10/2024).

    Jika Apple tidak menyelesaikannya, kasus akan disidangkan oleh hakim administratif mulai Januari tahun dean.

    Badan tersebut berupaya meminta Apple untuk membatalkan peraturan yang diduga melanggar hukum dan memberi tahu seluruh tenaga kerjanya di AS tentang hak-hak hukum mereka.

    Pengaduan tersebut bermula dari tuduhan yang diajukan terhadap Apple pada 2021 oleh Ashley Gjovik, mantan manajer teknik senior di perusahaan tersebut.

    Gjovik mengatakan berbagai peraturan Apple, termasuk yang berkaitan dengan kerahasiaan dan penggunaan media sosial, menghalangi karyawan untuk membahas isu-isu seperti kesetaraan gaji dan diskriminasi jenis kelamin dengan satu sama lain dan media.

    Gjovik juga mengajukan gugatan di pengadilan federal California pada Mei dengan menuduh Apple melakukan serangan balasan ilegal terhadapnya karena mengajukan pengaduan NLRB dan mencoba mengorganisasi pekerja lain. Apple membantah tuduhan tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Better care for more people, Bridging the gaps in healthcare

    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.