Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»3 Kisah Batik Indonesia Diklaim Negara Lain, Bukan Cuma Malaysia
    Inspiring You

    3 Kisah Batik Indonesia Diklaim Negara Lain, Bukan Cuma Malaysia

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Oktober 2024Updated:2 Oktober 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    JakartaDexpert.co.id – Batik adalah salah satu identitas serta warisan budaya milik Indonesia yang sangat berharga dan istimewa. Saking istimewanya, Pemerintah Indonesia bahkan menetapkan satu hari khusus sebagai Hari Batik Nasional, yakni 2 Oktober.

    Hingga kini, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang belum mengetahui alasan ditetapkannya 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Ternyata, ada sejarah di balik penetapan hari peringatan yang pada tahun ini jatuh pada Rabu (2/10/2024).

    Pada 15 tahun yang lalu, Hari Batik Nasional resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 33 Tahun 2009 sebagai tindak lanjut dari pengakuan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) milik Indonesia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 2 Oktober 2009.




    Foto: Pengrajin melakukan pencantingan saat proses pembuatan batik tulis di Batik Betawi Terogong, Cilandak, Jakarta, Senin (19/9/2022). Motif ondel-ondel pada batik Betawi Terogong menjadi yang paling banyak diminati konsumen baik lokal maupun mancanegara karena motif ini menampilkan identitas kental budaya Betawi. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

    Namun, perjalanan batik saat sebelum dan sesudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia tak mudah. Sebab, Batik beberapa kali diklaim sebagai kebudayaan dari negara lain. Berikut rangkumannya.

    1. Batik Diklaim Malaysia, Masyarakat Geram dan Pemerintah Bertindak

    Pada sekitar 2008 silam, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh sikap Malaysia yang menyebut bahwa batik adalah warisan kebudayaan asli Negeri Jiran. Masyarakat Indonesia yang geram pun mendesak Pemerintah Indonesia untuk mendaftarkan batik sebagai warisan asli Indonesia ke UNESCO.

    Melansir dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek RI), Pemerintah Indonesia resmi mendaftarkan batik ke dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO pada 3 September 2008.

    Pada 9 Januari 2009, UNESCO resmi menerima pendaftaran tersebut dan melakukan pengujian tertutup pada 11-14 Mei 2009. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO resmi mengukuhkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage.

    Setelah penetapan oleh UNESCO tersebut, kasus pengakuan batik sebagai warisan budaya asli Malaysia pun selesai.

    2. Tak Hanya Malaysia, Batik Pernah Diklaim oleh China




    Kain batik di pasar Blok A, Jakarta, Selasa (6/8/2024). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Foto: Kain batik di pasar Blok A, Jakarta, Selasa (6/8/2024). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

    Meskipun telah ditetapkan sebagai warisan asli Indonesia oleh organisasi di bawah naungan PBB, kasus pengklaiman batik sebagai warisan budaya asli negara lain masih belum selesai.

    Pada 2020 lalu, batik diklaim sebagai karya asli kelompok masyarakat China oleh salah satu media massa China, China Xinhua News. Hal itu diungkapkan melalui twit di akun resminya (@XHNews), Minggu (12/7/2020) silam.

    “Batik adalah kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di Tiongkok,” tulis China Xinhua News, dikutip Rabu (2/10/2024).

    “Dengan menggunakan lilin leleh dan alat seperti spatula, pengrajin mewarnai kain dan memanaskannya untuk menghilangkan lilin. Lihatlah bagaimana kerajinan kuno berkembang di zaman modern,” lanjut twit tersebut.

    Unggahan tersebut pun langsung ‘diserbu’ oleh warganet Indonesia. Sebagian besar warganet Indonesia mengaku tidak setuju dengan China Xinhua News yang menggunakan kata ‘batik’ untuk menggambarkan kebudayaan China yang serupa dengan batik itu.

    Setelah ditelusuri, mengutip dari laman Indonesia Baik, kata ‘batik’ berasal dari kosakata bahasa Jawa, yakni amba dan titik. Dengan demikian, batik secara historis berasal dari Jawa, Indonesia.

    3. Miss World Malaysia Klaim Batik Berasal dari Negaranya

    Pada 2021 lalu, Miss World Malaysia, Lavanya Sivaji, menyebutkan bahwa batik berasal dari negaranya. Hal itu diungkapkan saat membagikan momen malam final Miss World Malaysia 2021 melalui akun Instagram pribadinya.

    “Kain batik melambangkan keragaman di antara orang Malaysia dengan berbagai warna, cetakan, dan desainnya. Oleh karena itu, saya mempersembahkan kepada Anda gaun malam saya untuk Miss World Malaysia 2021 yang terbuat dari kain batik Malaysia,” tulis Lavanya Sivaji melalui unggahan di Instagram.

    Pernyataan tersebut pun langsung mendapatkan kecaman dari Masyarakat Indonesia. Sejumlah warganet Indonesia menegaskan bahwa batik adalah kebudayaan asli Indonesia, bukan Malaysia.

    Merespons hal tersebut, Sivaji pun langsung menyampaikan permintaan maaf.

    “Saya ingin meminta maaf jika saya telah menyinggung siapa pun atas unggahan saya ini. Saya mengakui kata Batik berasal dari Jawa serta desain dan sejarahnya,” tulis Sivaji dalam unggahan yang berbeda.

    “Namun, tidak sedikit negara lain yang mempraktekkan unsur budaya tersebut antara lain Malaysia, Sri Lanka, India dengan desain dan motifnya masing-masing. Baik itu Malaysia, Indonesia atau negara lain, saya akan selalu merasa bangga memakai Batik,” lanjutnya.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Ambruk, Bisnis Klinik Kecantikan Laju Terus





    Next Article



    Pantas Banyak Warga RI Berobat ke Malaysia-Singapura, Ini Alasannya



    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.