Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fintech Jack Ma Belum Bisa Bernafas Lega, ini Buktinya
    Insight News

    Fintech Jack Ma Belum Bisa Bernafas Lega, ini Buktinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Februari 2022Updated:23 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ant Group, yang terafiliasi dengan Alibaba Group milik Jack Ma, kembali berurusan dengan pemerintah China. Regulator setempat meminta perusahaan milik negara untuk memulai putaran pemeriksaan baru untuk mengetahui investasi mereka dan hubungan lain dengan perusahaan.

    Informasi ini dilaporkan Reuters yang mengutip tiga orang sumber. Bank milik negara dan non-bank jadi beberapa entitas yang diminta regulator untuk melakukan pengecekan, dikutip Selasa (22/2/2022).

    Seorang sumber mengatakan permintaan tersebut datang minggu lalu. Namun belum jelas apakah Ant Group diberi tenggat waktu menyerahkan informasi atau tindakan yang dilakukan setelah permintaan itu.

    Reuters menuliskan Ant Group menolak untuk mengomentari masalah ini.

    Langkah terbaru ini tak lama setelah otoritas setempat terus meluncurkan inisiatif terbaru untuk sektor teknologi di China. Industri itu juga terus menerus dihantam tindakan tegas regulator selama setahun penuh, dengan tujuan menjaga risiko keuangan tetap terkendali.

    Sejak beberapa waktu lalu, Ant Group selalu berurusan dengan pemerintah China. Perusahaan mengalami restrukturisasi besar-besaran oleh China.

    Akhir 2020, Ant Group juga harus menelan pil pahit karena gagal IPO sebesar US$37 miliar. Regulator China berada di balik layar kegagalan tersebut.

    Sementara itu, Ant Group harus kehilangan salah satu calon investornya. Bulan lalu China Cinda Asset Management Co Ltd, yang merupakan perusahaan manajemen aset terbesar milik negara, membatalkan investasi kepada perusahaan yang sebelumnya direncanakan.

    Cinda membatalkan kesepakatan membeli 20% saham yang nilainya mencapai US$944 juta. Penyebab pembatalan tersebut adalah adanya tekanan dari otoritas negara, demikian dilaporkan Reuters mengutip orang-orang yang mengetahui masalah itu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.