Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ditinggal Petingginya, OpenAI Kini Rugi US$ 5 Miliar Tahun Ini
    Insight News

    Ditinggal Petingginya, OpenAI Kini Rugi US$ 5 Miliar Tahun Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2024Updated:29 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – OpenAI, pencipta layanan ChatGPT, memperkirakan kerugian sekitar US$5 miliar dari pendapatan US$3,7 miliar tahun ini.

    Dilansir oleh CNBC Internasional, OpenAI menghasilkan pendapatan US$ 300 juta bulan lalu, naik 1.700% sejak awal tahun lalu, dan berharap menghasilkan penjualan US$ 11,6 miliar pada tahun depan. Bocoran ini diungkap oleh seseorang yang dekat dengan OpenAI yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena angka tersebut sebenarnya masih dirahasiakan.

    Sebelumnya, The New York Times melaporkan kondisi kerugian keuangan OpenAI pada hari Jumat kemarin (27/9/2024) setelah melihat dokumen perusahaan.

    OpenAI, yang didukung oleh Microsoft, saat ini sedang mengejar pendanaan baru yang mengukur nilai perusahaan AI ini telah mencapai lebih dari US$ 150 miliar. Thrive Capital yang memimpin putaran pendanaan baru tersebut berencana untuk berinvestasi US$ 1 miliar dan rencananya, Tiger Global akan ikut bergabung juga.

    CFO OpenAI Sarah Friar memberi tahu investor dalam email pada hari Kamis lalu bahwa putaran pendanaan tersebut mengalami ‘oversubscribed’ atau kelebihan permintaan dan pendanaan ini akan ditutup minggu depan. Pengumuman ini dilakukan menyusul beberapa eksekutif perusahaan yang memutuskan undur diri, terutama Kepala Teknologi OpenAI Mira Murati. Murati mengumumkan pada Rabu lalu bahwa dia memutuskan meninggalkan OpenAI setelah mengabdi selama enam setengah tahun.

    Minggu ini juga, muncul berita bahwa dewan direksi OpenAI sedang mempertimbangkan rencana untuk merestrukturisasi perusahaan menjadi bisnis yang mencari laba. Namun, perusahaan akan mempertahankan segmen nirlaba sebagai entitas terpisah. Hal ini diungkapkan seseorang yang mengetahui masalah tersebut kepada CNBC.

    Struktur tersebut akan lebih mudah bagi investor dan memudahkan karyawan OpenAI untuk mendapatkan likuiditas, kata sumber tersebut.

    (haa/haa)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan





    Next Article



    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.