Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BMKG Ungkap Alasan Musim Hujan Datang Lebih Awal di RI
    Insight News

    BMKG Ungkap Alasan Musim Hujan Datang Lebih Awal di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 September 2024Updated:29 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia – Sebagian wilayah RI, termasuk wilayah Jakarta, sudah mulai diguyur hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap alasan musim hujan datang lebih cepat.

    Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan salah satu yang berperan mempercepat musim hujan di Indonesia adalah fenomena iklim La Nina.

    “Jadi kalau kita simak memang La Nina saat ini belum terjadi, tetapi kita prediksi nanti akan segera terjadi walaupun dengan intensitas lemah,” kata Ardhasena, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (26/9/2024). .

    “Lalu kalau kita lihat juga di wilayah Indonesia, ini kondisi suhu muka lautnya cukup hangat. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan mayoritas daerah zona musim memasuki awal musim hujannya lebih awal,” ia menuturkan

    Sejalan dengan itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga mengatakan sebagian wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan lebih cepat dari periode normalnya.

    “Jika dibandingkan dengan rerata klimatologisnya yaitu rerata klimatologis pada periode 1991 hingga 2020, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang maju atau lebih cepat yaitu sebanyak 267 zona musim (ZOM) atau 38 persen,” Dwikorita menjelaskan.

    Dwikorita mengatakan beberapa wilayah yang mengalami musim hujan lebih cepat dari rerata klimatologisnya mencakup sebagian besar Pulau Sumatra, pesisir utara Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, sebagian besar Pulau Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian besar Papua.

    Kemudian, sebanyak 190 ZOM atau sekitar 27 persen wilayah akan mengalami awal musim hujan yang sama dengan periode normalnya. Wilayah yang masuk periode ini adalah beberapa wilayah di Pulau Sumatra dan Jawa.

    Ada juga beberapa wilayah, yakni sekitar 96 ZOM atau sekitar 14 persen wilayah, yang diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dibandingkan dengan periode normalnya.

    Wilayah yang termasuk kategori ini adalah beberapa bagian di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Indonesia bagian timur seperti Maluku dan Papua.

    Dwikorita menjelaskan puncak musim hujan akan terjadi pada November 2024 hingga Februari 2025 mendatang.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    BMKG Sebut Gempa Gunungkidul Dari Zona Megathrust di Selatan DIY




    Next Article



    Alasan Jakarta Diramal Hujan Terus Meski Cuaca Panas Mendidih



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.