Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikan Setan Ditemukan di Wilayah Dekat RI, Ilmuwan Langsung Ingat Nenek
    Insight News

    Ikan Setan Ditemukan di Wilayah Dekat RI, Ilmuwan Langsung Ingat Nenek

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2024Updated:28 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Spesies baru hiu setan (ghost shark) atau “ikan setan” ditemukan bersembunyi di perairan dalam di lepas pantai Selandia Baru.

    Ikan hantu berhidung sempit Australasia (Harriotta avia) itu hanya ditemukan di perairan Selandia Baru dan Australia. Ia merupakan bagian dari kelompok ikan bertulang rawan yang berkerabat dekat dengan ikan pari dan hiu yang disebut chimaera.

    Ikan ini dikenal memiliki kulit halus tidak bersisik dan umumnya memakan krustasea seperti udang dan moluska dengan gigi mirip paruh yang khas.

    “Harriotta avia unik karena moncongnya yang memanjang, sempit, dan cekung; belalainya panjang dan ramping, matanya besar, dan sirip dada yang sangat panjang dan lebar. Warnanya cokelat kecokelatan yang indah,” kata Ilmuwan Perikanan NIWA Brit Finucci, dikutip dari Popsci, Jumat (27/9/2024).

    Finucci menemukan spesies baru ini selama survei penelitian untuk Perikanan Selandia Baru, tempat ikan ini dikumpulkan di Chatham Rise di lepas pantai timur negara tersebut.

    Ia mengungkap, hiu setan seperti ini sebagian besar terbatas di dasar laut, hidup di kedalaman hingga 2.600 meter.

    Habitat mereka membuat jenisnya sulit dipelajari dan dipantau, sehingga membuat ilmuwan tak banyak tahu tentang biologi atau status ancaman mereka.

    Kelompok ikan misterius penghuni dasar laut ini juga mencakup ikan ratfish, ikan rabbitfish, dan ikan gajah. Para ilmuwan sebelumnya mengira bahwa spesies baru ini adalah bagian dari satu spesies yang tersebar secara global.

    Namun, penelitian baru menemukan bahwa spesies ini sebenarnya berbeda secara genetik dan morfologis dari sepupunya.

    Finucci juga memberinya nama ilmiah Harriotta avia untuk menghormati sang nenek dan posisi mereka dalam pohon keluarga hiu.

    “Avia berarti nenek dalam bahasa Latin, saya ingin memberikan penghormatan ini kepada nenek saya karena dia dengan bangga mendukung saya sepanjang karier saya sebagai ilmuwan,” kata Finucci.

    “Chimaera juga merupakan kerabat kuno-nenek dan kakek-dari ikan dan saya pikir nama itu sangat cocok,” imbuhnya.

    Menurut IUCN, tidak ada spesies chimaera yang berstatus terancam punah. Empat dianggap rentan, empat lagi hampir terancam, dan beberapa lainnya terdaftar sebagai kurang data.

    Namun, lebih dari sepertiga dari semua hiu, pari, dan chimaera masih berisiko punah karena penangkapan ikan yang berlebihan.

    Hiu hantu baru ini juga bukan satu-satunya spesies baru yang muncul. Sebuah tim di Filipina juga menemukan spesies baru katak bertaring besar, Limnonectes cassiopeia. Beberapa amfibi ini dapat tumbuh sebesar ayam dan taringnya secara umum diyakini digunakan dalam pertarungan antar jantan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan

    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.