Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tukang Bisa Nganggur, Hotel dan Rumah Kini Dibangun Pakai Printer
    Insight News

    Tukang Bisa Nganggur, Hotel dan Rumah Kini Dibangun Pakai Printer

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 September 2024Updated:27 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Hotel pertama hasil cetakan printer 3D berdiri di Amerika Serikat. Perusahaan asal Texas membangun hotel 43 lantai dan 18 rumah tapak di wilayah seluas 16 hektare menggunakan printer 3D raksasa.

    Reuters melaporkan hotel bernama El Cosmico tersebut berdiri di area di dekat Marfa, sebuah kota di negara bagian Texas. Kontraktor proyek tersebut adalah perusahaan jasa percetakan 3D yang bernama ICON dan berbasis di Austin, Texas. Adapun, desain hotel dikerjakan oleh perusahaan arsitek Bjarke Ingels Group.

    Karena dibangun dengan printer 3D, hotel dan perumahan itu bisa menggunakan fitur arsitektur yang biasanya terlalu mahal jika dibangun dengan proses konstruksi biasa.

    “Kebanyakan hotel terkurung di antara empat tembok dan kebanyakan Anda membangun unit yang sama berulang kali. Saya baru kali ini bisa membangun dengan sedikit batas dan dengan sangat cair. Lekukan, kubah, dan parabola. Cara yang gila untuk membangun,” kata Liz Lambert, pemilik El Cosmico.

    Printer 3D yang digunakan adalah Vulcan, mesin berukuran tinggi 4,7 meter, lebar 14,2 meter, dan berat 4,75 ton. Dua unit pertama yang “dicetak” oleh Vulcan adalah dua unit rumah tinggal dengan tembok setinggi 3,7 meter.

    Mesin printer itu diawasi oleh seorang teknisi, yang bertugas memastikan lengan robot dan selang tersebut beroperasi dengan mulus.

    Material yang digunakan oleh printer 3D tersebut adalah material serupa semen yang diberi nama Lavacrete. Campuran yang digunakan untuk meramu Lavacrete dirahasiakan, tetapi ICON menyatakan bahan baku tersebut dirancang agar kuat, terjangkau, dan berfungsi baik dengan printer 3D.

    CEO ICON Jason Ballard mengatakan bahwa material dan campurannya disesuaikan dengan kondisi cuaca.

    “Rahasianya ada di campuran bahan yang membuat kita bisa menge-print terus-terusan,” katanya. Ballard menyatakan bahwa kelembaban, suhu, dan terik matahari berpengaruh ke keandalan material dan warnanya.

    ICON saat ini juga sedang mengerjakan proyek perumahan yang dicetak dengan printer 3D di dekat Austin.

    Milad Bazli, ilmuwan dari Charles Darwin University di Australia menyatakan dalam jangka panjang, konstruksi printer 3D bisa membuat buruh konstruksi kehilangan pekerjaan.

    “Saya pikir dari sudut sosial dan dampak perekonomian dalam hal pekerja lokal, terutama di wilayah terpencil, ini adalah dampak yang harus kita pertimbangkan jika ingin menggunakan metode printer 3D,” kata Bazli.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Uji “Kualitas” & Kekuatan Data Center RI Tarik Investasi Asing


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.