Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Bagi-bagi Duit, Perusahaan Ini Dapat Rp 1,8 T
    Insight News

    Joe Biden Bagi-bagi Duit, Perusahaan Ini Dapat Rp 1,8 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 September 2024Updated:25 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah merampungkan dana hibah sebesar US$123 juta (Rp 1,8 triliun) untuk Polar Semiconductor. Dana itu digunakan memperluas pabrik di Minnesota yang rencananya digunakan menggandakan kapasitas produksi chip daya dan sensor di AS.

    Hibah tersebut menjadi yang pertama pada program subsidi manufaktur dan penelitian semikonduktor senilai US$52,7 miliar dari pemerintahan Biden.

    Departemen Perdagangan akan mendistribusikan dana berdasarkan penyelesaian tonggak proyek Polar.

    Menteri Perdagangan Gina Raimondo mengatakan, hibah tersebut akan membantu menciptakan pabrik baru untuk semikonduktor sensor dan daya.

    Diharapkan pabrik bisa meningkatkan produksi Polar dari sekitar 20.000 per bulan menjadi 40.000, yang melayani kebutuhan kedirgantaraan, otomotif, dan pertahanan.

    Negara bagian Minnesota menyumbang US$75 juta untuk perluasan pabrik senilai US$525 juta di Polar.

    Departemen Perdagangan telah mengalokasikan lebih dari US$35 miliar untuk 26 proyek termasuk hibah senilai US$6,4 miliar untuk Samsung dari Korea Selatan untuk memperluas produksi chip di Texas.

    Kemudian US$8,5 miliar untuk Intel, US$6,6 miliar untuk TSMC dari Taiwan untuk membangun produksinya di Amerika dan US$6,1 miliar untuk Micron Technology untuk mendanai pabrik-pabrik di AS.

    Departemen tersebut harus menyelesaikan uji tuntas sebelum dapat menyelesaikan pemberian hibah ke perusahaan.

    “Kami berharap ini menjadi yang pertama dari banyak penghargaan yang akan segera dirampungkan,” kata penasihat ekonomi utama Gedung Putih Lael Brainard, dikutip dari Reuters, Rabu (25/9/2024).

    Sementar Raimondo mengatakan, ke depannya akan lebih banyak dana hubah seperti ini untuk perusahaan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

    Undang-undang chip 2022 yang diperjuangkan oleh Presiden Joe Biden bertujuan untuk meningkatkan upaya untuk membuat AS lebih kompetitif dengan China dan memperluas produksi chip AS.

    Undang-undang chip tersebut juga mencakup kredit pajak investasi sebesar 25% untuk membangun pabrik chip, yang diperkirakan bernilai US$24 miliar.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: China Tolak Sanksi AS Terkait Teknologi AI





    Next Article



    Wow! Korea Selatan Suntik Industri Chip dengan Insentif Rp 117 Triliun



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.