Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China dan Taiwan Blak-blakan Tunjuk Raja Hacker Sebenarnya
    Insight News

    China dan Taiwan Blak-blakan Tunjuk Raja Hacker Sebenarnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 September 2024Updated:25 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Taiwan menuding China menjadi raja hacker sebenarnya. Tuduhan itu menyusul tudingan serupa dari Beijing yang dialamatkan pada Taiwan.

    “China merupakan negara pertama untuk serangan siber harian, melakukannya pada Taiwan dan negara lain dengan cita-cita demokrasi yang sama. Mereka pencetus sebenarnya,” kata Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, dikutip dari Reuters, Selasa (24/8/2024).

    Sebelumnya, kementerian keamanan China menuduh kelompok peretas Anonymous 64 melakukan serangan siber pada China. Kelompok itu disebut didukung militer Taiwan.

    China juga menyebut tiga orang dari Taiwan menjadi bagian Anonymous 64. Mereka mendesak orang-orang untuk melaporkan sabotase antipropaganda.

    Tuduhan ini jarang terjadi. Karena biasanya Taiwan mengeluh menjadi korban peretasan dan disinformasi China.

    Koo membantah tuduhan China itu. “Terkait dengan yang mereka publikasikan, militer memiliki keyakinan melindungi negara dan tidak akan menghindar melakukannya karena ini, dan tidak akan berdampak mengerikan,” tegasnya.

    Perdana Menteri Cho Jung Tai juga buka suara soal tuduhan ini. Menurutnya China menyebarkan berita palsu untuk menyerang Taiwan.

    “Kita harus menanggapi tegas tuduhan berita palsu pada kita,” kata Cho.

    Hubungan dua negara itu memang sering memanas. China mengklaim Taiwan bagian dari wilayahnya sendiri.

    Sementara pemerintah Taiwan menolak klaim tersebut, dan menyatakan hanya rakyatnya yang bisa memutuskan masa depan mereka. China kerap menolak perundingan yang ditawarkan Presiden Taiwan Lai Ching-te, bahkan menyebutnya sebagai separatis.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Menilik Kesiapan Industri Kesehatan RI Adopsi Teknologi Digital




    Next Article



    China Jadi Sasaran, Dituduh Biang Kerok Pembobolan di Inggris



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.