Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Pancarkan Radiasi Tinggi, Astronom Ungkap Dampaknya
    Insight News

    Starlink Pancarkan Radiasi Tinggi, Astronom Ungkap Dampaknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2024Updated:23 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Institut Astronomi Radio Belanda (ASTRON) menyebut Starlink mengganggu pengamatan mereka. Radiasi jaringan satelit generasi kedua menyebabkan gangguan pada teleskop radio milik ASTRON.

    Generasi yang ada sekarang ternyata memancarkan radiasi yang lebih parah dari sebelumnya. Pancarannya mencapai 32 kali lebih banyak.

    Ribuan satelit Starlink itu bakal berdampak panjang jika tidak pencegahan apapun. Bahkan ASTRON mengatakan bisa mengancam kegiatan astronomi.

    “Satelit akan jadi ancaman eksistensial untuk jenis astronomi yang dilakukan,” kata pemimpin ASTRON, Jessica Dempsey, dikutip dari Qz, Senin (23/9/2024).

    Starlink mulai diluncurkan tahun 2019. Sudah lebih dari 7.000 satelit yang mengangkasa dengan 6.400 satelit yang masih mengorbit.

    Perusahaan milik Elon Musk itu menargetkan untuk memiliki 42 ribu satelit dalam konstelasi mega Starlink. Namun secara bersamaan banyak kritikan masuk kepada jaringan tersebut.

    Bukan hanya ASTRON yang mengungkapkan masalah Starlink. Ada banyak pihak yang khawatir soal gangguan pengamatan yang muncul karena satelit penyedia layanan internet berkecepatan tinggi.

    Radiasi jadi masalah krusial yang sering muncul di permukaan. Perusahaan mengupayakan untuk mengecat satelit dengan warna hitam atau menggunakan pelindung Matahari, namun dua opsi itu akhirnya dibatalkan.

    Beberapa waktu lalu NASA juga mengkritik rencana puluhan ribu satelit yang akan dilepas oleh Starlink. Menurut mereka, ini bakal berdampak pada misi luar angkasa.

    “NASA memiliki kekhawatiran dengan potensi peningkatan yang signifikan dalam frekuensi konjungsi dan kemungkinan dampak pada misi luar angkasa manusia dan sains NASA,” tulis badan antariksa tersebut kepada Komisi Komunikasi Federal.

    Banyaknya satelit di angkasa juga dikomentari oleh Ahli astrofisika Harvard-Smithsonian Jonathan McDowell. Dia mengatakan perlu pengalaman yang lebih banyak sebelum bisa ada dalam tahap tersebut.

    “Saya pikir kita perlu sedikit lebih banyak pengalaman dengan beberapa ribu satelit yang beroperasi sebelum kami dapat meningkatkan hingga puluhan ribu,” ujarnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Menkominfo Bicara Aturan Data Center Hingga Efek Masuknya Starlink





    Next Article



    Pakai Batik Hijau, Detik-Detik Elon Musk Resmikan Starlink di RI



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.