Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Tanya Kenapa Tak Ada yang Mau Bunuh Presiden AS Joe Biden
    Insight News

    Elon Musk Tanya Kenapa Tak Ada yang Mau Bunuh Presiden AS Joe Biden

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2024Updated:21 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk bisa menjadi sasaran penyelidikan intel Amerika Serikat (AS). Ini terkait postingannya usai percobaan pembunuhan kedua pada Donald Trump yang menjadi calon presiden 2024.

    “Dan tidak ada seorangpun yang mencoba membunuh Biden/Kamala. Mengapa mereka ingin membunuh Donald Trump,” unggahan Musk pada akun X, merujuk pada lawan politik Trump yakni presiden AS Joe Biden dan wakil presiden yang juga tengah berkompetisi untuk pilpres berikutnya, Kamala Harris.

    Postingan tersebut sudah dihapus. Tak lama, bos media sosial X itu menyatakan unggahannya hanya sebuah lelucon.

    “Satu pelajaran adalah hanya karena saya mengatakan sesuatu pada sekelompok orang dan mereka tertawa, bukan berarti itu akan menjadi sangat lucu untuk jadi postingan di X,” kata dia. “Tenyata lelucon jadi jauh kurang lebih lucu jika orang tidak mengetahui konteks dan penyampaiannya berupa teks biasa,” Musk menambahkan.

    Kemungkinan besar Musk bisa mendapatkan perhatian khusus atas unggahannya dari penegak hukum. Mantan agen spesial FBI, Michael German mengatakan komentar yang dilontarkan akan ditanggapi dengan serius oleh Secret Service.

    Para agen akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu soal potensi ancaman. Termasuk menanyakan langsung dan memastikan apa yang dilakukan orang tersebut ditanggapi dengan serius.

    “Biasanya agen akan keluar dan menanyakan subjek memastikan tidak ada ancaman yang ada, dan membuat subjek sadar bahwa agensi menanggapinya dengan serius,” kata German dikutip dari Wired, Rabu (18/9/2024).

    Namun hanya kemungkinan kecil Musk menghadapi tuntutan sebab German mengatakan itu bukan berupa ancaman langsung.

    “Unggahan itu tidak memenuhi uji ‘ancaman sebenarnya’, karena bukan ancaman langsung menyakiti wakil presiden, jadi kemungkinan tidak akan dilanjutkan ke penuntutan. Namun akan jadi catatan investigasi,” jelasnya.

    Secret Service AS menolak mengomentari unggahan Musk. Juru bicara Nate Herring hanya memastikan akan menyelidiki semua ancaman.

    “Yang bisa kami katakan Secret Service akan menyelidiki semua ancaman terkait orang-orang yang kami lindungi,” ucap Herring.

    Percobaan pembunuhan Trump dilakukan saat dia bermain golf di West Palm Beach, Florida, akhir pekan lalu. Seseorang pria bersenjata terlihat menembakan senapannya dan setelahnya berupaya melarikan diri.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 Triliun




    Next Article



    Joe Biden Habis Kena ‘Roasting’ Elon Musk, Disebut Mau ‘Mancing’



    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.