Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Intel Putus Asa, Minta Tolong Joe Biden Rayu Apple dan Nvidia
    Insight News

    Intel Putus Asa, Minta Tolong Joe Biden Rayu Apple dan Nvidia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 September 2024Updated:20 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kinerja Intel sedang merosot, perusahaan kehilangan 60% nilainya tahun ini karena pasar kecerdasan buatan (AI) yang makin berkembang pesat.

    Perusahaan akhirnya meminta bantuan pemerintah Amerika Serikat untuk mendekati perusahaan seperti Apple, Nvidia dan lainnya.

    Dalam pertemuan baru-baru ini dengan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, CEO Intel Pat Gelsinger menyuarakan rasa frustrasinya atas ketergantungan besar perusahaan-perusahaan AS pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), pembuat chip kontrak terbesar di dunia.

    Mereka meminta bantuan pemerintah Amerika untuk menggaet konsumen-konsumen TSMC agar memesan chip ke Intel.

    Seperti diketahui, perusahaan AS seperti Apple dan Nvidia memesan chipnya ke TSMC yang berasal dari Taiwan.

    Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Raimondo tengah berusaha memenuhi permintaan Intel tersebut, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (19/9/2024).

    Raimondo disebut sudah menemui sejumlah investor untuk membujuk Nvidia dan Apple agar mau mendukung usaha perakitan chip di Amerika. Utamanya karena tensi geopolitik di sekitar Taiwan menjadi semakin berisiko.

    Raimondo menjanjikan adanya keuntungan di sisi ekonomi dari perakitan chip yang dilakukan secara lokal, yang mampu memproduksi chip AI.

    Intel sendiri akan menjadi salah satu penyedia jasa pembuatan chip. Mereka sudah membangun beberapa pabrik baru di Amerika Serikat, dan dijanjikan akan mendapat suntikan dana dari pemerintah Amerika sebesar USD 8,5 miliar

    Inisiatif ini menjadi penting bagi Intel yang tengah terpuruk di pasar mikroprosesor. Selain kehilangan pangsa pasar inti PC dan pusat datanya terhadap perusahaan seperti Advanced Micro Devices, Intel hampir tidak memiliki pasar di industri AI yang kini dikuasai Nvidia.

    Nvidia memproduksi hampir semua chip canggihnya di TSMC, yang juga merupakan produsen utama untuk AMD, Apple, Amazon, Google, dan Broadcom.

    Kekhawatiran telah meningkat selama bertahun-tahun bahwa China bisa saja sewaktu-waktu menginvasi Taiwan, yang menciptakan risiko besar bagi industri chip AS.

    Dalam suatu kesempatan, CEO Nvidia Jensen Huang menjawab pertanyaan tentang risiko geopolitik yang terkait dengan Taiwan dan apa yang akan dia lakukan jika sesuatu terjadi.

    “Jika kami harus berpindah dari satu pabrik ke pabrik lain, kami memiliki kemampuan untuk melakukannya,” kata Huang. “Kami tidak akan bisa mendapatkan tingkat kinerja atau biaya yang sama, tetapi kami akan mampu menyediakan pasokan.” imbuhnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: PR RI Tarik Investasi Cloud “Saingi” Malaysia & Singapura





    Next Article



    Kisah Anggota DPR Ngamuk di AS Lihat Laptop Baru Huawei



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.