Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Curi Dokumen Rahasia NASA, Begini Modusnya
    Insight News

    China Curi Dokumen Rahasia NASA, Begini Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 September 2024Updated:19 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah dokumen sensitif milik lembaga Amerika Serikat (AS). Salah satu yang berhasil dicuri adalah informasi milik NASA.

    Departemen Kehakiman setempat (Departemen of Justice/DoJ) menuding warga China bernama Song Wu sebagai pelakunya. Pencurian dilakukan selama periode 2017 hingga 2021.

    Selama tahun tersebut, dia tercatat masih bekerja sebagai insinyur dalam perusahaan aerospace bernama Aviation Industry Corporation of China (AVIC).

    Pencurian dilakukan dengan modus phishing. Yakni berpura-pura bekerja di lembaga AS tersebut.

    Dia akan mengirimkan email phishing kepada orang-orang yang bekerja di lembaga AS, seperti NASA, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Dasar, serta Administrasi Penerbangan Federal.

    Bukan hanya lembaga negara, dia juga melakukan hal serupa pada kampus yang berasa di Georgia, Michigan, Massachusetts, Pennsylvania, Indiana dan Ohia.

    Dalam pesannya, dia meminta hal seperti kode sumber serta proprietary software. Software itu digunakan dalam rekayasa aerospace, pengembangan rudal dan senjata, serta lainnya.

    “Dalam sejumlah kampus, korban yang menjadi target meyakini terdakwa Song sebagai kolega, rekan atau teman yang meminta kode sumber atau software, secara elektronik mengirimlkan kode sumber atau software yang diminta kepada terdakwa Song,” tulis DoJ, dikutip dari Tech Radar, Rabu (18/9/2024).

    DoJ tidak merinsi apa saja yang berhasil dicuri Song Wu dengan teknik phishng tersebut.

    Pria 39 tahun itu menghadapi puluhan tuduhan. Dari 14 tuduhan penipuan lewat kabel dan 14 tuduhan pencurian identitas yang parah.

    Dia menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara untuk tiap tuduhan penipuan lewat kabel. Sementara untuk pencurian identitas parah menghadapi dua tahun tiap tuduhan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Indosat Ooredoo Hutchison Dukung Perbankan Lewat AI Berdaulat




    Next Article



    Viral Kabar Matahari Terbit dari Barat, NASA Buka Suara



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.