Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Media Rusia Dibabat Habis di Facebook, Putin Ngamuk
    Insight News

    Media Rusia Dibabat Habis di Facebook, Putin Ngamuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 September 2024Updated:19 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Facebook melarang kantor berita Rusia, termasuk RT, Rossiya Segodnya, dan jaringan media pemerintah lainnya ada di platformnya.

    Pelarangan tersebut dilakukan karena media Rusia telah menggunakan taktik penipuan untuk melakukan operasi pengaruh secara rahasia.

    Larangan di Facebook jelas mendapat kritik keras dari Kremlin. Ini juga menandai peningkatan tajam dalam tindakan yang dilakukan oleh perusahaan media sosial terbesar di dunia terhadap media pemerintah Rusia.

    Bertahun-tahun platform milik Meta itu hanya melakukan tindakan terbatas, seperti memblokir media agar tidak menayangkan iklan dan mengurangi jangkauan unggahan mereka.

    “Setelah mempertimbangkan dengan saksama, kami memperluas penegakan hukum yang sedang berlangsung terhadap media pemerintah Rusia. Rossiya Segodnya, RT, dan entitas terkait lainnya sekarang dilarang dari aplikasi kami secara global karena aktivitas campur tangan asing,” kata perusahaan media sosial tersebut dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip dari Reuters, Rabu (18/9/2024).

    Selain Facebook, aplikasi Meta meliputi Instagram, WhatsApp, dan Threads juga turut melakukan hal yang sama.

    Sebelum pelarangan, RT memiliki lebih dari 7,2 juta pengikut di Facebook dan lebih dari 1 juta pengikut di Instagram.

    Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Meta mendiskreditkan dirinya sendiri dengan mengambil tindakan tersebut.

    “Tindakan selektif seperti itu terhadap media Rusia tidak dapat diterima. Ini mempersulit prospek untuk menormalisasi hubungan kami dengan Meta,” ujar Peskov.

    Moskow mencap Meta sebagai organisasi “ekstremis” pada 2022 dan memblokir Instagram dan Facebook, menolak perubahan dalam kebijakan ujaran kebencian Meta yang dirancang untuk memungkinkan pengguna melampiaskan kemarahan mereka atas invasi Rusia ke Ukraina.

    Rusia juga mengkritik upaya Meta sebelumnya untuk membatasi jangkauan media Rusia dan mendenda perusahaan tersebut beberapa kali karena tidak menghapus konten di Rusia yang dianggap ilegal.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Indosat Ooredoo Hutchison Dukung Perbankan Lewat AI Berdaulat

    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.