Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kronologi Seorang Pria yang Tewas Usai Cabut 23 Gigi dalam Sehari
    Inspiring You

    Kronologi Seorang Pria yang Tewas Usai Cabut 23 Gigi dalam Sehari

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 September 2024Updated:18 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Huang, pria asal Jinhua, Provinsi Zhejiang, China meninggal usai mencabut 23 gigi dan memasang 12 implan dalam satu hari sekaligus. Huang disebut meninggal tepat 13 hari setelah menjalani prosedur perawatan gigi besar-besaran tersebut.

    Melansir dari South China Morning Post, kasus kematian Huang diungkapkan oleh sang putri, Shu, melalui media sosial pada Senin (2/9/2024) lalu. Dalam unggahannya, Shu mengungkapkan bahwa ayahnya menjalani prosedur ekstensif di Rumah Sakit Gigi Yongkang Deway pada 14 Agustus 2024 lalu.

    Kronologi Perawatan Gigi Huang hingga Meninggal
    Berdasarkan formulir persetujuan yang ditandatangani, dokter bedah menggunakan metode “immediate restoration” alias “restorasi segera” yang mengharuskan 23 gigi Huang dicabut dan 12 implan dipasang dalam satu prosedur.

    Dokter bedah bermarga Yuan yang menangani Huang diklaim memiliki pengalaman lima tahun dan spesialis dalam perawatan saluran akar, pencabutan gigi bungsu yang impaksi, dan gigi palsu lengkap.

    Setelah perawatan tersebut, Huang dilaporkan kerap mengalami nyeri. Kemudian pada 28 Agustus 2024 lalu, ia mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.

    “Saya tidak pernah menyangka ayah saya akan meninggal secepat ini. Dia bahkan tidak mendapat kesempatan untuk mengendarai mobil baru yang kami belikan untuknya,” kata Shu, dikutip Selasa (17/9/2024).

    Meskipun total biaya prosedur tersebut tidak diungkapkan, Modern Express Post melaporkan bahwa harga terbaru untuk satu implan gigi di rumah sakit ini senilai 1.500 yuan atau sekitar Rp3,2 juta (asumsi kurs Rp2.162/yuan).

    Kasus Diselidiki, Klinik Ogah Berkomentar
    Pejabat Biro Kesehatan Kota Yongkang mengatakan pada 3 September 2024 lalu bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian Huang akibat ada jeda 13 hari antara pencabutan gigi dan waktu meninggal.

    Kemudian pada 6 September 2024, seorang anggota staf klinik mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menanggapi masalah tersebut karena telah diserahkan kepada pengacara.

    “Jika ada pembaruan, kami akan mengeluarkan pernyataan. Namun, penyelidikan masih berlangsung,” kata anggota staf klinik tersebut.

    Direktur Pusat Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Universal Love di Wuhan, Xiang Guolin mengatakan kepada Jimu News bahwa tidak ada pedoman resmi untuk jumlah gigi yang dapat dicabut dalam satu waktu. Namun, umumnya jumlah gigi yang maksimum dicabut adalah 10.

    “Mencabut 23 gigi cukup banyak. Diperlukan klinik dan dokter gigi dengan kualifikasi dan pengalaman yang memadai. Penting juga untuk mempertimbangkan kapasitas fisik pasien untuk menangani prosedur yang sangat rumit ini,” kata Xiang.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Banjir Kosmetik Impor di Indonesia, Gara-Gara Regulasi?




    Next Article



    Fakta Baru: Nyaris 50% Kota di China Mulai Tenggelam



    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.