Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Pantau Gelembung Misterius di Atas Piramida Mesir
    Insight News

    China Pantau Gelembung Misterius di Atas Piramida Mesir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2024Updated:17 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Radar China di tengah Laut China Selatan mendeteksi gelembung plasma di atas piramida Giza di Mesir. Laporan ini adalah kali pertama gelembung plasma bisa terdeteksi dari permukaan Bumi.

    Gelembung plasma yang terdeteksi oleh radar China disebut sebagai gelembung plasma khatulistiwa (EPB). EPB adalah kantong gas dengan suhu sangat panas yang terbentuk di ketinggian rendah setelah matahari terbenam.

    Fenomena ini terbentuk setiap tahun di wilayah tertentu, termasuk rutin terjadi di atas piramida Giza. Namun selama ini, gelembung plasma bisa diamati dari jauh jika titik pengamatan ada di luar angkasa.

    Pengamatan dari permukaan Bumi harus dilakukan dekat dengan lokasi fenomena. Jika terlalu jauh, radar kesulitan mendeteksi karena terhalang oleh lengkung planet Bumi.

    Oleh karena itu, keberhasilan peneliti dari Chinese Academy of Science mengamati fenomena EPB di Mesir merupakan sebuah terobosan. Jarak titik pengamatan di China, yaitu di Pulau Hainan, berjarak 8.000 kilometer dari Mesir.

    Peneliti China mengamati EPB di Mesir menggunakan perangkat radar ionosfer jarak jauh ketinggian rendah atau LARID. LARID adalah sistem radar yang dibuat khusus untuk mengamati keanehan yang tercipta akibat gelembung plasma.

    Cara kerja LARID adalah mengirim sinyal radio ke gelembung plasma dan mendeteksi perubahan variasinya akibat perubahan di fenomena tersebut. Sistem ini sebelumnya digunakan untuk memperpanjang jarak transmisi radio, yaitu dengan memantulkannya ke gelombang plasma ke titik lain di permukaan Bumi.

    Kemampuan deteksi LARID buatan China mencapai 9.600 kilometer.

    Peneliti menyatakan kemampuan LARID adalah dobrakan dalam pemantauan EPB. “Hasil ini memberikan perspektif tentang cara membangun jaringan radar ketinggian rendah lintas cakrawala yang pada masa depan memungkinkan kapabilitas untuk memantau EPB di seluruh dunia dalam real-time,” kata peneliti yang dikutip oleh IFL Science.

    Tujuan pemantauan gelombang plasma adalah mengantisipasi gangguan komunikasi, terutama terhadap satelit yang kini digunakan untuk berbagai fungsi mulai dari navigasi hingga keuangan. Jika peneliti bisa memprediksi perubahan di EPB, dampak gangguan terhadap sinyal dari dan ke satelit bisa dibatasi. 

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tesla Dipermalukan Dalam Pameran Robot China




    Next Article



    Elon Musk Mendadak Terbang ke China, Ada Apa?



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.