Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dua Tetangga RI Bersatu Bikin Pabrik Impian Jokowi
    Insight News

    Dua Tetangga RI Bersatu Bikin Pabrik Impian Jokowi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 September 2024Updated:6 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – India dan Singapura menyepakati kerja sama di bidang semikonduktor, teknologi digital, pengembangan kemampuan, dan kesehatan. Nota kesepahaman (MoU) antara dua perusahaan tersebut ditandatangani di sela-sela kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Singapura.

    MoU India-Singapura adalah kelanjutan dari pertemuan antara menteri India dan Singapura pada akhir Agustus. Saat itu, CNBC International melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri India Vivian Balakrishnan mengatakan fokus kerja sama antara kedua negara adalah industri manufaktur semikonduktor.

    “Mereka tahu meskipun Singapura sangat kecil, kami memiliki peran yang tak sebanding dalam hal kemampuan manufaktur semikonduktor global, dan mereka sedang mempelajari peran sistem kami di dalam ekosistem mereka,” kata Balakrishnan.

    Menurut Moneycontrol, kerja sama dengan Singapura bisa membawa industri semikonduktor India lompat. Singapura memang tidak memiliki raksasa manufaktur chip, tetapi negara tersebut punya ekosistem produsen peralatan, material, dan riset semikonduktor di seluruh rantai nilai industri. Singapura punya kemampuan desain sirkuit, pengujian, dan fabrikasi wafer sehingga berkontribusi hingga 10 persen ke semua chip yang diproduksi di seluruh dunia.

    “[Industri] pengemasan [semikonduktor], adalah kesempatan besar buat kita. Pada saat ini, pengemasan berbagai macam chip dilakukan di Malaysia, tetapi mereka bisa berekspansi sebesar apa?” kata Neil Shah dari Counterpoint Research India seperti dikutip Moneycontrol.

    Shah menyatakan India berpeluang menjadi pusat produksi chip kelas menengah pada saat industri chip tercanggih hanya dikuasai oleh tiga pabrik yang berlokasi di Taiwan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.




    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Selasa (20/8/2024). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

    Jokowi mau tarik semikonduktor

    Pada saat yang sama, Indonesia juga bermimpi menjadi salah satu lokasi pabrik semikonduktor. 

    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengejar investasi di sektor semikonduktor. Salah satunya adalah raksasa produsen komponen chip dari Taiwan, yaitu Foxconn.

    “Ya, saya diminta follow up,” kata Rosan usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Selasa (20/8/2024).

    Indonesia pernah mengejar investasi dari Foxconn dari beberapa tahun lalu, bahkan dikabarkan bakal melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking di awal 2023. Namun, rencana dari perusahaan teknologi asal Taiwan itu belum juga terealisasi. Selain semikonduktor, Foxconn juga merupakan pabrik produk Apple terbesar dunia.

    Rosan menjelaskan, Jokowi menargetkan investasi pada sektor semikonduktor harus berproses masuk ke Indonesia. Dan saat ini juga sudah ada beberapa potensi investasi yang sudah menghubungi pihak Indonesia.

    “[Presiden] meminta saya follow up, termasuk dari Thailand dan Amerika Serikat,” katanya.

    Ia mengatakan arahan dari Presiden Jokowi untuk investasi produsen semikonduktor harus diprioritaskan. Terlebih saat ini Indonesia sudah mendapatkan kemudahan dari Amerika Serikat (AS).

    “Bapak Presiden ingat waktu itu kita oleh Amerika Serikat setahun lalu kita atau 2 tahun lalu baru selesai diberikan 1 dari 7 negara mendapatkan insentif untuk semikonduktor dari Amerika Serikat, saya diminta follow up lagi,” kata Rosan.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Luhut Sebut Tak Perlu BTS Karena Ada Starlink, Operator Kecewa!




    Next Article



    Muncul Fenomena di India, Bikin Penjual Kain Sari Tidur Nyenyak



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.