Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Warning Kemenkes Soal Lonjakan Kasus Omicron Luar Jawa-Bali
    Insight News

    Warning Kemenkes Soal Lonjakan Kasus Omicron Luar Jawa-Bali

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2022Updated:17 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan mengingatkan wilayah di luar Jawa-Bali memiliki potensi kenaikan kasus. Ini kemungkinan terjadi dalam 3-4 minggu kemudian.

    Terkait hal ini, pihak Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada meskipun terjadi penurunan kasus di wilayahnya. Selain itu juga mengimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan, deteksi dini, dan vaksinasi.

    “Masyarakat tetap waspada walaupun terjadi penurunan kasus di wilayahnya mengingat bahwa non Jawa-Bali ada potensi peningkatan 3-4 minggu. Tetap melaksanakan prokes, deteksi dini, dan vaksinasi,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia, dalam konferensi pers online, Rabu (16/2/2022).

    Wilayah Jawa-Bali mengalami peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah provinsi yang mengalami peningkatan kasus mendekati Delta, bahkan ada yang sudah melampaui puncak kasus pertengahan tahun lalu.

    Misalnya DKI Jakarta, saat Delta mencapai 14 ribu kasus. Saat varian omicron menyebar, kasus konfirmasi menyentuh 15.825 kasus.

    Begitu pula dengan Bali. Saat Delta, kasus puncak provinsi itu adalah 1.900 kasus dan omicron mencapai 2.500 kasus.

    Secara nasional, kasus konfirmasi juga sudah melewati puncak kasus Delta. Saat pertengahan tahun lalu, puncaknya mencapai 56 ribu sementara pada 15 Februari 2022 telah berada di angka 57.049.

    Namun untuk jumlah kematian dan positivity rate tidak setinggi saat kasus Delta berada di puncaknya. Pada kasus kematian berada adalah 134 orang berbeda dengan Delta sebanyak 2.500 kasus.

    “Angka positivity rate sebesar 16,68% bandingkan Delta angka positivity 50%,” ungkap Siti Nadia.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.