Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Belajar dari Tesla, China Kini Jauh Lebih Maju dari Amerika
    Insight News

    Belajar dari Tesla, China Kini Jauh Lebih Maju dari Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Agustus 2024Updated:26 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – China saat ini sudah mendominasi pasar kendaraan listrik (EV). Tak cukup sampai di situ, China juga makin kencang melawan Tesla dari Amerika Serikat (AS) dalam perlombaan mengembangkan robot manusia (humanoid) berbasis baterai.

    Humanoid baterai itu ditargetkan bisa menggantikan manusia dalam proses perakitan EV, dikutip dari Reuters, Senin (26/8/2024).

    Dalam Kongerensi Robot Dunia di Beijing, puluhan perusahaan China memamerkan humanoid yang dirancang untuk bekerja di pabrik dan gudang.

    Bahkan, ditampilkan pula beberapa komponen tertentu yang dikembangkan China untuk membuat humanoid.

    Strategi China mengembangkan industri humanoid dengan cepat meminjam formula pengembangan industri EV dalam satu dekade terakhir.

    Mulai dari dukungan penuh pemerintah, persaingan harga yang kompetitif, hingga pengembangan rantai pasokan komponen yang mumpuni.

    “Industri robot humanoid China memperlihatkan keuntungan yang jelas dari integrasi rantai pasokan dengan kapabilitas produksi,” kata analis LeadLeo Research Institute, Arjen Rao.

    Upaya pengembangan robot di China dibekingi kebijakan pemerintahan Xi Jinping untuk membangun kekuatan produktif baru berbasis teknologi.

    Pada Januari lalu, Beijing meluncurkan pendanaan senilai US$ 1,4 miliar untuk pengembangan robot. Sementara Shanghai mengumumkan rencana pendanaan pemerintah senilai US$ 1.4 miliar pada Juli lalu.

    Goldman Sachs memprediksi pada Januari lalu bahwa pasar global robot humanoid akan menyentuh angka US$ 38 miiar pada 2034 mendatang, dengan pengapalan 1,4 juta robot humanioid untuk konsumen dan industri.

    “Ada banyak ruang untuk memangkas biaya,” kata Hu Debo, CEO Shanghai Kepler Exploration Robotics. Perusahaan itu didirikan tahun lalu dan terinsporasi dari robot humanoid Tesla, Optimus.

    “China unggul dalam kecepatan dan produksi,” ujarnya.

    Perusahaan Hu sedang mengembangkan robot pekerja versi kelima untuk pabrik. Ia menargetkan harga jualnya kurang dari US$ 30.000.

    Belajar dari Tesla

    Ketika Tesla membuka pabrik di Shanghai pada 2019, pemerintah China mengungkapkan harapan agar pionir EV tersebut bisa membuat ‘catfish effect’, yakni sebagai pendorong industri lokal agar bisa mengembangkan produk lebih baik.

    Hu mengatakan, efek yang sama terjadi dari robot Optimus Tesla.

    Tesla pertama kali memperkenalkan Optimus pada 2021. Sang CEO Elon Musk mengatakan industri robot akan tumbuh lebih signifikan ketimbang EV secara bertahap.

    Tesla menggunakan pendekatan AI untuk Optimus. Para analis mengatakan Tesla memang menginisiasi AI untuk robot, namun China memiliki kemampuan dalam memangkas harga produksi.

    Pada konferensi di Beijing, Tesla memamerkan Optimus di samping produk Cybertruck-nya. Bentuknya masih kaku seperti manekin.

    Optimus tampak jauh tertinggal ketimbang humanoid buatan China yang bisa melambaikan tangan, jalan, bahkan menggaruk kepala.

    Dalam pernyataannya, Tesla mengatakan akan melangkah lebih maju dengan Optimus. Tak hanya sebagai prototipe, tetapi produksinya bakal dimulai tahun depan dalam skala kecil.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Kesiapan IKN, Telkomsel Hadirkan 5G Standalone





    Next Article



    Elon Musk Tiba-Tiba Kasih Diskon Tesla, Jadi Segini



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.