Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Layanan Obat Gratis Isoman Omicron Diperluas, Ini Daftarnya
    Insight News

    Layanan Obat Gratis Isoman Omicron Diperluas, Ini Daftarnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2022Updated:16 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan mengumumkan dua hal perluasan layanan telemedisin dan obat gratis. Pertama adalah daerah yang tercover untuk layanan tersebut diperluas ke enam kota.

    Sebelumnya layanan tersebut sudah ada di kota besar di wilayah Jawa-Bali, termasuk DKI Jakarta. Saat ini masyarakat di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi bisa mendapatkan obat gratis juga.

    Terdapat enam kota yang masuk layanan yakni Medan, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

    “Bisa mempercepat pemulihan masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Memastikan bahwa layanan kesehatan terjangkau luas di Indonesia,” jelas Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Setiaji, dalam konferensi pers online, Rabu (16/2/2022).

    Selain itu, terdapat fitur tambahan yakni masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dengan antigen bisa mendapatkan layanan telemedisin. Ini memperluas jangkauan yang sebelumnya hanya untuk PCR saja.

    “Mulai nanti sore meng-cover antigen positif. Sesuai dengan SE Kemenkes kita telah memperluas menjadi antigen akan tercover,” ungkapnya.

    Setiaji menjelaskan, data pasien harus diinput oleh fasilitas kesehatan dan nantinya mendapat pesan dari WhatsApp terkait layanan tersebut. Jika tidak ada bisa mengeceknya ke laman isoman.kemkes.go.id apakah sudah terdaftar layanan tersebut atau tidak.

    Setelah itu bisa mendapatkan konsultasi dan diberikan resep yang berisi paket obat. Setiaji mengatakan obat akan diantarkan maksimal 24 jam sampai di rumah atau kediaman melakukan isoman.

    Setiaji juga menjelaskan dari periode 17 Januari hingga 14 Februari 2022 ada 364 ribu orang menerima notifikasi WhatsApp untuk layanan telemedisin. Ini berasal dari 391 ribu kasus yang ada, dan perbedaan tersebut dia mengatakan disebabkan karena ada masyarakat yang tidak memiliki WhatsApp.

    Dari pasien yang menerima WhatsApp, 43% diantaranya telah menghubungi layanan telemedisin yang disediakan. Dia menambahkan 97% menebus obat paling banyak untuk obat dalam paket B. Sejauh ini 129.100 obat juga sudah diproses oleh Kimia Farma dan diantarkan dengan SiCepat.

    “Paling banyak berdomisili di DKI Jakarta. Layanan dicover di Jawa-Bali baru di kota besar,” kata Setiaji.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.