Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»2 Astronot NASA yang Terdampar di Luar Angkasa, Begini Nasibnya
    Insight News

    2 Astronot NASA yang Terdampar di Luar Angkasa, Begini Nasibnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2024Updated:25 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, mengatakan akan membawa pulang pesawat ulak alik Boeing Starliner tanpa 2 astronot penumpangnya ke bumi. Hal ini dilakukan karena kapsul pesawat itu rusak.

    Dalam pernyataan Sabtu (24/8/2024), NASA mengatakan dua astronot atas nama Butch Willmore dan Suni William akan tetap berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

    “Penerbangan antariksa berisiko, bahkan pada saat paling aman dan paling rutin sekalipun. Uji terbang, pada dasarnya, tidaklah aman, meskipun sering dilakukan. Keputusan untuk mempertahankan Butch dan Suni di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan membawa pulang Starliner milik Boeing tanpa awak adalah hasil dari komitmen kami terhadap keselamatan,” kata Administrator NASA Bill Nelson dalam rilis resmi NASA.

    “Saya berterima kasih kepada tim NASA dan Boeing atas semua pekerjaan mereka yang luar biasa dan terperinci.”

    Wilmore dan Williams akan melanjutkan pekerjaan mereka secara formal sebagai bagian dari kru Ekspedisi 71/72 hingga Februari 2025. Mereka akan terbang pulang dengan pesawat antariksa Dragon bersama dua anggota kru lainnya yang ditugaskan pada misi SpaceX Crew-9 milik badan antariksa tersebut.

    Sementara itu, Starliner diharapkan berangkat dari stasiun antariksa dan melakukan pendaratan pada awal September.

    NASA dan Boeing mengidentifikasi kebocoran helium dan masalah dengan pendorong kontrol reaksi Starliner pada tanggal 6 Juni. Saat itu, Starliner sedang mendekati stasiun antariksa.

    Sejak saat itu, tim teknik telah menyelesaikan sejumlah besar pekerjaan, termasuk meninjau kumpulan data, melakukan pengujian penerbangan dan darat, serta menyelenggarakan tinjauan independen. Di sisi lain, para ahli propulsi agensi juga telah berbagai rencana cadangan pengembalian astronot.

    Namun ketidakpastian dan kurangnya persetujuan ahli atas tinjauan tersebut akhirnya merekomendasikan penerbangan Starliner kembali dengan ditumpangi manusia. Hal ini mendorong pimpinan NASA untuk memindahkan para astronot ke misi Crew-9.

    “Keputusan seperti ini tidak pernah mudah, tetapi saya ingin memuji tim NASA dan Boeing kami atas analisis menyeluruh, diskusi transparan, dan fokus pada keselamatan selama Uji Terbang Awak,” kata Ken Bowersox, administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Operasi Antariksa NASA.

    “Kami telah belajar banyak tentang pesawat ruang angkasa selama perjalanannya ke stasiun dan operasi doknya. Kami juga akan terus mengumpulkan lebih banyak data tentang Starliner selama pengembalian tanpa awak dan meningkatkan sistem untuk penerbangan mendatang ke stasiun antariksa.”

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dukung Kesiapan IKN, Telkomsel Hadirkan 5G Standalone





    Next Article



    Puing Raksasa Hantam Stasiun Luar Angkasa China, Begini Dampaknya



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.