Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Meta Blokir Akun WhatsApp Peretas Iran yang Targetkan Biden & Trump
    Insight News

    Meta Blokir Akun WhatsApp Peretas Iran yang Targetkan Biden & Trump

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2024Updated:25 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan Meta mengatakan pihaknya telah memblokir sekelompok kecil akun WhatsApp yang terkait dengan kelompok peretas Iran, yang menargetkan pejabat seperti Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump.

    Dalam sebuah posting blog, perusahaan induk Facebook, Instagram, WhatsApp dan Messenger tersebut mengatakan akun WhatsApp palsu tersebut tampaknya berasal dari pelaku ancaman Iran yang dijuluki APT42.

    “Akun-akun ini menyamar sebagai dukungan teknis untuk AOL, Google, Yahoo, dan Microsoft,” kata Meta dalam posting blog tersebut, seperti dikutip CNBC International, Minggu (25/8/2024).

    “Beberapa orang yang menjadi target APT42 melaporkan pesan mencurigakan ini ke WhatsApp menggunakan alat pelaporan dalam aplikasi kami,” tambahnya.

    Meta mengatakan tim keamanannya dapat menemukan keterlibatan APT42 setelah menganalisis pesan mencurigakan yang dilaporkan diterima oleh sejumlah pengguna yang tidak disebutkan jumlahnya dari akun WhatsApp palsu tersebut.

    Sebelumnya perusahaan teknologi lain seperti Google menyebut mereka sebagai “aktor spionase siber yang disponsori negara Iran.” Kelompok tersebut telah menargetkan berbagai aktivis, organisasi nonpemerintah, outlet media, dan lainnya.

    Meta mengatakan skema tersebut dimaksudkan untuk mengeksploitasi “pejabat politik dan diplomatik, dan tokoh masyarakat lainnya, termasuk beberapa yang terkait dengan pemerintahan Presiden Biden dan mantan Presiden Trump.” Kampanye tersebut juga menargetkan orang-orang di Israel, Palestina, Iran, dan Inggris.

    Dengan waktu kurang dari 75 hari hingga pemilihan November 2024, Meta menarik perhatian publik akibat Facebook telah dieksploitasi dan dimanipulasi dalam dua kampanye presiden sebelumnya.

    Perusahaan tersebut mengatakan belum melihat bukti bahwa akun pengguna WhatsApp mana pun telah diretas, dan mereka membagikan informasi lebih lanjut dengan “penegak hukum dan rekan-rekan industri kami.”

    Kampanye Trump mengatakan awal bulan ini bahwa aktor asing telah meretas jaringannya dan memperoleh komunikasi internal secara ilegal.

    Microsoft juga mengatakan pada saat itu bahwa telah mengidentifikasi beberapa kelompok peretas Iran yang berusaha memengaruhi pemilihan presiden AS. Menurut mereka, kelompok yang berafiliasi dengan APT42 “mengirim email spear phishing pada bulan Juni kepada seorang pejabat tinggi dalam kampanye presiden dari akun email mantan penasihat senior yang telah diretas.”

    Pada tahun 2019, Microsoft mengatakan telah mengidentifikasi beberapa peretas yang terkait dengan pemerintah Iran yang diyakini telah menargetkan kampanye kepresidenan AS yang tidak disebutkan namanya, selain pejabat pemerintah dan media lainnya.

    (tfa/haa)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Dirjen Aptika Mundur Buntut Pusat Data Nasional Diserang Hacker





    Next Article



    Tanpa Blokir, Ini 4 Cara Agar Orang Tidak Bisa Chat WhatsApp



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.