Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asal Usul Asteroid Pembunuh Dinosaurus Akhirnya Terungkap
    Insight News

    Asal Usul Asteroid Pembunuh Dinosaurus Akhirnya Terungkap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Agustus 2024Updated:20 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Asal usul asteroid pembunuh dinosaurus yang menubruk Bumi 66 juta tahun lalu berhasil ditemukan. Peneliti menyusun simulasi lintasan asteroid tersebut sejak memasuki Tata Surya sampai menghantam Bumi.

    Momen jatuhnya asteroid yang membuat dinosaurus musnah disebut sebagai peristiwa Chicxulub. Asteroid berdiameter 10 kilometer saat itu menghantam area yang kini disebut sebagai Semenanjung Yucatan dan menyisakan kawah raksasa.

    Peristiwa Chicxulub adalah satu dari sekian banyak momen “kepunahan” massal di Bumi. Namun, peristiwa di era Cretaceous-Paleogene sekitar 66 juta tahun yang lalu. Saat itu, 76 persen spesies hewan di Bumi punah.

    Hantaman asteroid memicu tsunami di seluruh belahan dunia sehingga membunuh semua dinosaurus yang tak bisa terbang. Lenyapnya dinosaurus dari permukaan Bumi memberikan tempat bagi mamalia, termasuk manusia untuk mengisi posisi mereka sebagai penguasa Bumi.

    Penelitian oleh tim yang dipimpin oleh Mario Fischer-Godde dari University of Cologne di Jerman berusaha memastikan asal usul asteroid pembunuh dinosaurus tersebut. Caranya dengan memeriksa mineral yang tersisa di lapisan kawah di Yucatan.

    Mereka mencari ciri khusus di lapisan kawan kemudian membandingkannya dengan susunan mineral “batuan angkasa” lain yang sudah tercatat.

    Di lapisan Crateceous-Palogene, yaitu era kepunahan dinosaurus, ilmuwan menemukan mineral langka seperti iridium, ruthenium, osmium, rhodium, platinum, dan paladium. Mineral ini sangat sulit ditemukan di Bumi, tetapi mudah ditemukan di meteorit.

    Tim Fischer-Godde memfokuskan penelitian mereka ke isotop di ruthenium. Isotop adalah variasi jumlah dan susunan neutron di elemen yang sama, sehingga bisa digunakan sebagai ciri asal usul sebuah elemen sejenis. Isotop ruthenium yang ditemukan di Bumi berbeda dengan isotop elemen serupa yang ditemukan di meteorit.

    Peneliti melakukan analisis atas ruthenium “asli Bumi” yang diambil dari lima lokasi yang berbeda yaitu di Spanyol, Italia, dan tiga sampel dari Denmark. Kemudian, mereka juga melakukan analisis atas ruthenium dari lokasi jatuhnya meteor dalam 541 juta tahun terakhir, serta lapisan yang berasal dari pecahan dari bebatuan yang hancur di atmosfer. Material lainnya yang dibandingkan adalah ruthenium dari meteorit.

    Hasil perbandingan menunjukkan bahwa ruthenium di lapisan Cretaceous-Paleogene bukan berasal dari Bumi.

    Isotop material yang diperkirakan berasal dari asteroid pembunuh dinosaurus tersebut konsisten dengan asteroid langka yang disebut sebagai jenis carbonaceous chondrite. Asteroid jenis ini kaya akan karbon dan berasal dari Tata Surya bagian luar (lebih jauh dari orbit Jupiter).

    Sampel dari peristiwa tubrukan meteor lain berasal dari asteroid silika, yang ditemukan lebih dekat dengan Matahari. Elemen ini juga banyak ditemukan di Bumi.

    Artinya, penelitian tim Fischer-Godde memberikan konfirmasi bahwa batu pembunuh dinosaurus adalah asteroid yang berasal dari luar Tata Surya. Biasanya, asteroid dari luar Tata Surya tidak pernah bisa melewati orbit Jupiter karena terperangkap gravitasi planet raksasa tersebut.

    Walaupun berhasil melewati perangkap Jupiter, biasanya asteroid yang masuk berukuran sangat kecil. 

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Adopsi Teknologi Alkes, Kunci RI Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.