Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Otak Manusia Bisa Dibajak, Masa Depan Sengeri Ini
    Insight News

    Awas Otak Manusia Bisa Dibajak, Masa Depan Sengeri Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Agustus 2024Updated:19 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembajakan bukan hanya terjadi di internet. Namun ternyata bisa pada perangkat yang ditanamkan di otak manusia.

    Pemerintah Colorado berusaha mengakomodir hak-hak manusia dalam data yang dimilikinya termasuk yang ada di otak mereka. Dalam undang-undang privasi baru di Colorado, diharapkan bisa melindungi privasi data pribadi tiap individu.

    Tujuan aturan tersebut adalah “melindungi privasi data pribadi individu dengan menetapkan persyaratan tertentu untuk entitas yang memproses data pribadi dan mencakup perlindungan tambahan bagi data sensitif”.

    Undang-undang itu memperluas istilah ‘data sensitif’ hingga mencakup ‘data biologis’. Yakni terkait sifat biologis, genetik, biokimia, fisiologis, dan saraf.

    Seperti diketahui, sejumlah perusahaan berusaha menanamkan chip ke otak manusia. Salah satunya adalah Neuralink milik miliarder Elon Musk.

    Selain itu juga ada lusinan perusahaan yang membuat produk dengan teknologi wearable yang menangkap gelombang otak. Misalnya di Amazon, yang menjual produk masker tidur dirancang untuk mengoptimalkan tidur hingga ikat kepala untuk meningkatkan fokus.

    Batasan soal jangkauan perangkat untuk otak ternyata banyak perusahaan tidak melakukannya. Studi baru-baru ini dilakukan oleh The NeuroRights Foundations menjelaskan 29 dari 30 perusahaan yang diteliti tidak memberikan batasan jelas soal akses tersebut.

    “Revolusi konsumer neuroteknologi jadi pusat pada peningkatan kemampuan menangkap dan menafsirkan gelombang otak,” jelas direktur medis The NeuroRights Foundation, Sean Pauzauskie.

    Dia menjelaskan kemungkinan teknologi tersebut bisa berkembang dalam beberapa tahun kemudian. Bahkan bisa menyamai fenomena ChatGPT yang terkenal dalam waktu singkat.

    “Dalam dua hingga lima tahun lagi, bukan tidak mungkin akan ada momen ChatGPT,” kata dia.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Adopsi Teknologi Alkes, Kunci RI Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan




    Next Article



    Manusia Pertama Tragis, Elon Musk Mau Tanam Chip Otak Kedua



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.