Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Benarkah Roket SpaceX Elon Musk Hampir Tabrak Bulan?
    Insight News

    Benarkah Roket SpaceX Elon Musk Hampir Tabrak Bulan?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2022Updated:15 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah roket dikabarkan akan menabrak Bulan pada Maret mendatang. Pada awalnya, para ahli mengira roket tersebut milik SpaceX dan akhirnya diperkirakan bukan berasal dari perusahaan Elon Musk itu.

    Dugaan awalnya adalah roket Falcon 9 SpaceX terlihat pada awal 2015. Ditemukan oleh Catalina Sky Survey saat memindai langit dan melacak obyek seperti komet pada lintasan yang membawa ke dekat Bumi.

    Berikutnya dia melihat obyek misterius melintas melewati Bulan. Awalnya benda tersebut diduga adalah asteroid.

    Bill Gray, analis data Amerika Serikat (AS) yang melacak obyek seperti asteroid dan beberapa orang lainnya menduga jika obyek adalah Falcon 9. Roket itu diketahui telah meledak dengan probe DSCOVR pemantau Matahari.

    “Obyek memiliki kecerahan yang diharapkan dan telah muncul pada waktu yang diharapkan dan bergerak dalam orbit yang wajar,” ungkap Gray.

    Namun dugaan tersebut akhirnya dibatalkan setelah Gray menerima email pada hari Sabtu lalu. Email datang dari Jon Giorgini yang merupakan engineer di NASA and Caltech’s Jet Propulsion Laboratory.

    Giorgini melakukan pengembangan Horizon yang merupakan database online terkait obyek yang bergerak di Tata Surya. Terdiri dari Matahari hingga pesawat luar angkasa.

    Melalui sistem Horizon, terlihat lintasan Falcon 9 tidak berada cukup dekat dengan Bulan. Oleh karena itu Gray mencari roket peluncur lain yang lebih sesuai.

    Dia memperkirakan bongkahan tersebut adalah bagian dari tahap ketiga roket Long March. Roket tersebut diluncurkan oleh China tahun 2014 sebagai bagian misi ke Bulan, dikutip dari ABC, Selasa (15/2/2022).

    Saat itu, Chang’e 5-T1 terdiri atas sampel kapsul pengembalian yang terpasang pada pesawat antariksa. Lalu dikirimkan untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.

    Kapsul terpisah dari pesawat dan kembali masuk ke atmosfer untuk berikutnya mendarat di Mongolia. Namun tahapan roket tetap berada di antariksa.

    Dia menjelaskan identitas obyek mungkin berubah, namun hal lainnya tetap sama. Gray memperkirakan roket akan jatuh pada 3 Maret pukul 11:25:58 AEDT atau sekitar 07:25 WIB di kawah Hertzsprung.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.