Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pegawai Twitter Dipecat Karena Tidak Klik Iya di Email dari Elon Musk
    Insight News

    Pegawai Twitter Dipecat Karena Tidak Klik Iya di Email dari Elon Musk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2024Updated:15 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Elon Musk rupanya pernah memecat karyawannya di Twitter karena tidak mengeklik pilihan “iya” di email. Kini, Twitter yang berganti nama menjadi X diperintah hakim untuk membayar mantan karyawannya US$ 605.000 atau Rp 9,45 miliar.

    Awal dari pemecatan mantan karyawan yang bernama Gary Rooney tersebut adalah sebuah email yang dikirim Musk ke semua pegawai Twitter. Isi email permintaan komitmen dari seluruh karyawan untuk bekerja keras (extremely hardcore). Jika karyawan tidak mengeklik tombol “iya” sebagai tanda persetujuan mereka, karyawan tersebut dianggap tidak ingin lagi bekerja di Twitter.

    Ultimatum Musk di kirim pada November 2022, sebulan setelah ia mengakuisisi Twitter. Subjek email adalah “persimpangan jalan.” Secara detail, Musk menyatakan bekerja di Twitter baru akan mencakup “jam kerja yang panjang dan intens.”

    Di situ, Musk juga menyatakan bahwa pegawai yang tidak mengeklik email akan kena PHK dengan pesangon tiga bulan gaji.

    Namun, Engadget melaporkan bahwa pemecatan Rooney yang tidak mengeklik “iya” di email yang ia terima diputuskan tidak sah oleh Komisi Hubungan Tenaga Kerja Irlandia (WRC). WRC menyatakan Rooney yang saat itu sudah 9 tahun bekerja di Twitter menerima perlakukan tidak adil dan memerintahkan Twitter atau X untuk membayar ganti rugi US$ 605.000 atau Rp 9,45 miliar.

    Menurut pejabat WRC yang bernama Michael McNamee, perintah Musk untuk mengeklik “iya” di email tidak adil karena tidak bisa menjadi dasar permintaan berhenti kerja. Oleh karena itu, Twitter atau X tidak punya dasar untuk melakukan PHK atas Rooney.

    McNamee menyatakan tenggat 24 jam yang diberikan Musk untuk semua karyawannya untuk menentukan ingin tetap bekerja atau tidak “tidak masuk akal.” Karyawan Twitter, lanjutnya, juga tidak bisa dihukum karena menolak sebuah ultimatum yang tidak jelas detailnya.

    Departemen HRD Twitter telah memberikan konfirmasi bahwa Rooney di-PHK karena keputusannya untuk tidak mengeklik “iya” di e-mail.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya




    Next Article



    Australia Tiba-Tiba Protes ke Elon Musk, Ada Apa?



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.