Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk dan Donald Trump Diskusi Kiamat, Peneliti: Obrolan Bodoh
    Insight News

    Elon Musk dan Donald Trump Diskusi Kiamat, Peneliti: Obrolan Bodoh

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Agustus 2024Updated:14 Agustus 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Percakapan antara miliarder Elon Musk dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut sebagai diskusi iklim paling bodoh sepanjang masa. Musk dan Trump dituding asal bicara tanpa dukungan fakta.

    Salah satu ucapan Musk soal “kiamat” perubahan iklim yang menjadi sorotan adalah soal penggunaan minyak dan gas. Menurutnya, industri minyak dan gas bumi seharusnya jangan dijadikan kambing hitam perubahan iklim dan pemanasan global.

    Ia berpendapat bahwa satu-satunya alasan manusia berhenti menggunakan bahan bakar fosil adalah saat persediaan sumber daya alam tersebut habis.

    “Jika kita berhenti menggunakan minyak dan gas saat ini juga, kita akan kelaparan dan ekonomi akan ambruk. Pada saat ini kita pasti beralih ke ekonomi energi yang terbaru karena minyak dan gas akan habis,” kata Musk.

    Pernyataan Musk membuat banyak pihak bingung, pasalnya ia adalah pendiri dan CEO Tesla. Tesla adalah perusahaan mobil listrik terbesar di dunia yang meraup keuntungan besar dari subsidi yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat untuk mendorong konsumen beralih dari mobil berbahan bakar bensin.

    Musk juga menyatakan bahwa karbon dioksida di atmosfer baru berbahaya untuk manusia saat kita sudah kesulitan untuk bernapas sehingga pusing dan mual. Ini baru terjadi saat kandungan CO2 di atmosfer mencapai 1.000 ppm, yaitu dua kali dari kondisi saat ini.

    Pernyataan Trump tidak kalah aneh dari Musk. Trump yang sedang berkampanye untuk kembali dipilih menjadi presiden, menyatakan pemanasan global berpotensi menguntungkan bisnis properti.

    Alasannya, es di kutub yang mencair membuat permukaan air laut naik sehingga makin banyak lokasi yang bisa dijadikan “properti pinggir pantai” atau oceanfront property.

    “Saya rasa kita masih punya ratusan tahun lagi. Tidak ada yang benar-benar tahu.”

    Aktivis lingkungan yang bernama Bill McKibben menyatakan percakapan Musk dan Trump soal krisis iklim “jatuh ke level kebodohan baru” dan melabelinya “pembicaraan soal iklim paling bodoh sepanjang masa.” 

    The Guardian menyatakan pemerintah di seluruh dunia sudah sepakat bahwa kondisi Bumi saat ini sudah ada di titik gawat darurat. Pemerintah di seluruh dunia juga telah sepakat untuk menyetop pertumbuhan emisi agar temperatur global tidak naik melampaui 1,5 derajat Celcius lebih panas dibanding era pra revolusi industri.

    Kepada The Guardian, peneliti iklim bernama Michael Mann menyatakan pernyataan Musk soal CO2 juga salah. Jika level CO2 sudah membuat manusia susah bernapas, dampaknya terhadap iklim sudah sangat luar biasa dan peradaban manusia sudah hancur.

    “Dampak dari dari perubahan iklim, terutama tampak dalam peristiwa cuaca ekstrem seperti kebakaran, banjir, dan gelombang panas, sudah jauh di atas prediksi yang dibuat puluhan tahun lalu,” kata Mann.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya





    Next Article



    Joe Biden Habis Kena ‘Roasting’ Elon Musk, Disebut Mau ‘Mancing’



    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.