Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Dilupakan, Asing Ramai-Ramai Pilih Malaysia
    Insight News

    RI Dilupakan, Asing Ramai-Ramai Pilih Malaysia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Agustus 2024Updated:14 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa chip asal Eropa, Infineon, telah memulai produksi di pabrik chip listrik terbesarnya di Malaysia. Produksi ini menjadi penanda ‘kemenangan’ negara tetangga RI itu untuk naik ke rantai pasokan semikonduktor global.

    Pabrik di Kulim akan menjadi pabrik silikon karbida (SiC) terbesar di dunia setelah mencapai kapasitas penuh dalam lima tahun ke depan.

    Infineon mengincar permintaan dari sektor energi terbarukan dan aplikasi elektrifikasi seperti kendaraan listrik dan pusat data AI, demikian dikutip dari Nikkei Asia, Selasa (13/8/2024).

    CEO Infineon Jochen Hanebeck mengatakan produksi dapat dimulai lebih cepat dari jadwal sebagian berkat koneksi virtual pabrik baru ke pusat pengembangan dan produksi utama perusahaan di Villach, Austria.

    Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi chip dan mengembangkan tenaga kerja teknologi yang lebih besar.

    “Acara hari ini menandai tonggak sejarah yang besar untuk menunjukkan bahwa kami mampu menarik investasi kelas dunia,” kata Anwar saat peresmian pabrik, Kamis (8/8/2024).

    Malaysia sudah menjadi lokasi pabrik produksi chip Infineon yang terbesar di Asia serta pabrik pengemasan dan perakitan chip terbesar di dunia.

    Ng Kok Tiong, wakil presiden senior dan direktur pelaksana Infineon Kulim, mengatakan Infineon memiliki sekitar 15.000 karyawan di Malaysia, lebih banyak daripada di tempat lain di dunia, termasuk Jerman yang merupakan tempat asalnya.

    Sebagai pemimpin pasar dalam chip daya dan mikrokontroler, Infineon mengincar berbagai jenis semikonduktor celah pita lebar untuk solusi daya generasi berikutnya, termasuk yang dibangun di atas SiC dan galium nitrida (GaN).

    Semikonduktor dengan celah pita lebar memiliki toleransi suhu dan tegangan yang lebih tinggi daripada chip yang dibuat pada wafer silikon biasa.

    Chip SiC sangat penting untuk aplikasi seperti solusi pengisian daya kendaraan listrik berdaya tinggi dan infrastruktur energi terbarukan, sementara chip GaN yang padat energi dapat digunakan untuk membuat pengisi daya dan adaptor lebih kecil.

    “Dibandingkan dengan solusi daya berbasis silikon, dengan SiC, kami dapat menggandakan kerapatan daya dalam ukuran yang sama, atau kami dapat menempatkan daya yang sama dalam setengah ukuran,” kata Raj Kumar, wakil presiden senior teknologi dan R&D di Infineon Kulim.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: China Tolak Sanksi AS Terkait Teknologi AI




    Next Article



    Gempa Dahsyat Taiwan Bawa Bencana Baru, HP-Laptop Bisa “Kiamat”



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.