Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Puncak Hujan Meteor Perseid 12-13 Agustus, Cek Jadwal & Cara Lihat!
    Insight News

    Puncak Hujan Meteor Perseid 12-13 Agustus, Cek Jadwal & Cara Lihat!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Agustus 2024Updated:12 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Puncak hujan meteor perseid mencapai puncak pada hari ini, Senin (12/8/2024) hingga besok, Selasa (13/8/2024).

    Laporan Live Science menyebut fenomena puncak hujan meteor perseid berlangsung selama 16 jam. Saat itu, meteor di konstelasi Perseus akan naik lebih tinggi di langit barat laut, seperti yang terlihat dari Bumi bagian utara.

    American Meteor Society menjelaskan hujan meteor perseid tahun ini akan mencapai 100 meteor per jam saat puncaknya. Sementara akun @bosschaobservartory mengatakan puncaknya akan mencapai 150 meter per jam.

    Diperkirakan meteor jatuh paling banyak selama satu jam bisa terlihat setelah tengah malam, dikutip dari Live Science.

    Dari akun Instagram @bosschaobservartory, disebutkan hujan meteor perseid aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus mendatang.

    Mengutip laporan Earth Sky, fenomena ini bisa diamati dari wilayah Indonesia pada tanggal 12-13 Agustus. Diprakirakan akan terjadi mulai pukul 21.00 WIB. Pengamatan disarankan saat langit gelap tanpa polusi.

    Untuk melihatnya, manusia bisa menggunakan mata telanjang tanpa perlu bantuan alat. Namun, jika ingin mengamati langit dan astronomi dapat juga menggunakan sepasang teropong bintang atau teleskop kecil.

    Sebaiknya juga datang ke tempat yang jauh dari polusi cahaya kota. Hujan meteor bisa datang dari bagian langit mana saja, meskipun diperkirakan akan muncul dari arah Perseus.

    Namun bisa juga mengamati malam sebelumnya, jika ada kemungkinan tempat di sekitar Anda akan diselimuti awan pada saat puncak hujan meteor tersebut.

    Keadaan langit saat itu akan sangat gelap. Sebab bulan sabit yang muncul akan memudar hampir 8%.

    Perseid berasal dari komet bernama 109P/Comet Swift-Tuttle. Komet ini mengelilingi Matahari setiap 133 tahun sekali.

    Puncak hujan meteor kali ini terjadi saat dua hujan meteor minor lainnya juga tengah aktif. Keduanya adalah Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Jurus Kominfo Basmi Konten Judi Dalam Game Online


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.