Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Waspada! Ini Kabar Buruk Perkembangan Covid Omicron RI
    Insight News

    Waspada! Ini Kabar Buruk Perkembangan Covid Omicron RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2022Updated:13 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan secara konsisten. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers, Rabu (9/2/2022).

    Menurut Wiku, penambahan kasus positif saat ini sudah jauh melebihi puncak gelombang pertama. Dia menjabarkan, pada puncak pertama penambahan kasus mingguan tertinggi mencapai 88.000 kasus. Sementara di minggu lalu, penambahan positif mencapai lebih dari 170.000 kasus.

    “Atau hampir dua kali lipat puncak lonjakan pertama,” jelasnya.

    Sedangkan jika dibandingkan dengan lonjakan kasus kedua, penambahan kasus saat ini setara dengan penambahan kasus pada akhir Juni 2021, atau setengah dari puncak lonjakan kasus kedua.

    Meskipun demikian, pada masa lonjakan kasus kedua peningkatan telah terjadi sejak awal Mei 2021, atau membutuhkan waktu delapan minggu untuk mencapai kondisi kasus yang setara dengan saat ini.

    Sementara, penambahan kasus saat ini hanya dicapai dalam waktu tiga minggu saja, atau dua setengah kali lebih cepat dibanding lonjakan kedua.

    Data menunjukkan seluruh provinsi di Indonesia telah mengalami kenaikan kasus. Namun, tidak semua provinsi menyumbangkan kasus dengan besaran yang sama.

    “Lebih dari 90 persen penambahan kasus nasional disumbangkan oleh provinsi- provinsi di pulau Jawa dan Bali,” tuturnya.

    Penambahan kasus di minggu lalu, untuk DKI Jakarta bertambah 44 ribu kasus, Jawa Barat 28.000 kasus, Banten 15 ribu kasus, Bali 7.500 kasus, Jawa Timur 7.000 kasus, Jawa Tengah 3.500 kasus, dan DIY 1000 kasus.

    Jika dilihat, kenaikan kasus harian di beberapa provinsi rupanya sudah melampaui kasus harian pada puncak gelombang kedua.

    Menurut Wiku, ini terjadi di tiga provinsi yaitu DKI Jakarta dengan kenaikan harian mencapai 15.800 kasus, Banten 4.800 kasus dan Bali 2.000 kasus.

    Menyikapi hal itu, terdapat dua hal penting yang perlu diupayakan demi menekan laju pertambahan kasus. Pertama pengendalian kasus pada daerah penyumbang kenaikan kasus tertinggi sebagai hotspot penularan.

    “Dapat kita simpulkan dari data-data tersebut bahwa penularan masih terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Khususnya pada wilayah-wilayah aglomerasi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” jelasnya.

    Oleh karena itu, pemerintah meminta seluruh masyarakat waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.