Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sering Disepelekan, Covid-19 Omicron Berbahaya Bagi Orang Ini
    Insight News

    Sering Disepelekan, Covid-19 Omicron Berbahaya Bagi Orang Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Februari 2022Updated:13 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Covid-19 galur Omicron sering disebut sebagai varian virus corona dengan gejala yang ringan bahkan mirip dengan flu biasa. Namun ternyata, Covid-19 Omicron tetap berbahaya bagi sejumlah kelompok masyarakat.

    “Kita tetap harus berhati-hati. Omicron bisa berbahaya pada lanjut usia (lansia) termasuk orang dengan komorbid (penyakit penyerta), orang yang belum divaksin, dan anak-anak,” ungkap Direktur Jenderal Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Abdul Kadir dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

    “Kelompok belum divaksinasi rentan terinfeksi karena belum ada kekebalan dalam tubuhnya. Hati-hati lansia dan komorbid dan anak-anak serta mereka yang belum divaksin,” lanjutnya.

    Bahkan Abdul Kadir meminta masyarakat lansia dengan komorbid seperti penyakit hipertensi untuk tetap di rumah sementara. Sebab, jika terpapar Covid-19 Omicron, bisa menyebabkan gejala berat, kritis hingga kematian.

    Dalam kesempatan berbeda, Koordinator PPKM di Jawa & Bali Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkapkan hal serupa.

    “Sebagian besar kematian Covid-19 Omicron disebabkan oleh penyakit bawaan atau komorbid, lansia dan juga orang yang belum di vaksinasi lengkap,” kata Luhut.

    Ini terbukti dengan adanya sejumlah pasien di wilayah Jawa-Bali dalam kondisi berat beberapa waktu lalu. Kasus kematian terlihat mulai ada peningkatan saat itu, namun masih dalam level rendah.

    Luhut menyebut dari 27 pasien dengan gejala berat atau sedang saat itu, 59% di antaranya punya komorbid, 30% adalah lansia, dan 63% belum divaksinasi lengkap.

    Oleh karena itu, Luhut juga mendorong masyarakat untuk segera divaksinasi. Baik melengkapi dua dosis vaksin primernya dan mendapatkan dosis lanjutan atau booster.

    [Dexpert.co.id]

    (Sumber: CNBC.com )



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.