Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Nyatakan Perang, Ada Apa?
    Insight News

    Elon Musk Nyatakan Perang, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Agustus 2024Updated:7 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru saja Elon Musk melayangkan gugatan hukum ke OpenAI, kini perusahaan media sosialnya X bertekad melawan koalisi pengiklan ‘Global Alliance for Responsible Media (GARM).

    Pada Selasa (6/8) pekan ini, X mengajukan gugatan hukum ke GARM atas geraikan boikot ke platform milik Musk.

    GARM merupakan inisiatif dari World Federation of Advertisers (WFA) yang mewakili perusahaan seperti Disney dan Walmart.

    “Kami mencoba perdamaian selama 2 tahun. Kini saatnya perang,” tulis Musk di akun X personalnya, dikutip Rabu (7/8/2024).

    Dalam gugatan hukum, X mengklaim GARM berkonspirasi dengan para brand untuk “menahan pendapatan iklan miliaran dolar untuk [X]”, sesaat setelah Musk mencaplok layanan tersebut pada 2022 lalu.

    Perlu dicatat, gugatan ini tidak merujuk pada aksi boikot pengiklan ke X pada tahun lalu. Kala itu, banyak rombongan pengiklan yang hengkang dari X karena Musk membagikan teori konspirasi sayap kanan.

    Tak terima, Musk pun berkata kasar atas aksi tersebut dengan mengatakan “enyah kalian!” (go f**k yourself”.

    CEO X Linda Yaccarino mengunggah video dan artikel pada pekan lalu terkait gugatan hukum yang dilayangkan untuk melawan GARM.

    “Sejumlah perusahaan mengorganisir aksi boikot ilegal yang sistemis melawan X,” kata Yaccarino.

    Gugatan hukum tersebut merujuk ke laporan Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik. Dalam laporan itu, disebutkan GARM dan anggota-anggotanya secara langsung mengorganisir pemboikotan untuk menjegal beberapa platform, konten, dan organisasi berita.

    Upaya itu membuat para ‘korban’ boikot kesulitan melangsungkan bisnis mereka dan akhirnya membatasi opsi bagi masyarakat luas.

    Laporan itu juga mengklaim GARM merekomendasikan ke para anggotanya untuk menyetop iklan berbayar di Twitter (sebelum berganti X) sebagai respons atas akuisisi yang dilakukan Musk.

    “Tindakan ilegal organisasi-organisasi ini dan para petingginya membuat X kehilangan miliaran dolar,” kata Yaccarino.

    Menurut WFA, anggota-anggota di bawahnya mengontrol 90% pengeluaran biaya iklan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya





    Next Article



    Video: Jokowi dan Elon Musk Bakal Resmikan Peluncuran Starlink di Bali



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.