Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Luncurkan Pengganti Starlink, Siap Jajah Dunia
    Insight News

    China Luncurkan Pengganti Starlink, Siap Jajah Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Agustus 2024Updated:6 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan yang dibekingi pemerintah China resmi meluncurkan satelit yang dirancang melawan satelit Starlink buatan SpaceX asal Amerika Serikat (AS).

    Peluncuran ini menandai langkah penting dalam tujuan strategis Beijing untuk menciptakan Starlink versinya sendiri, dikutip dari Reuters, Selasa (6/8/2024).

    Starlink menguasai konstelasi pita lebar komersial yang sedang berkembang dan memiliki sekitar 5.500 satelit di luar angkasa. Penggunaannya menyasar konsumen umum, perusahaan, dan lembaga pemerintah.

    Persaingan untuk menduduki orbit bumi yang lebih rendah (LEO) juga mempunyai implikasi militer, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan antar dua negara yang bersitegang.

    Peluncuran satelit China dipimpin oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST) dan berlangsung di Taiyuan Satellite Centre. Fasilitas itu merupakan salah satu pusat peluncuran satelit dan misil utama China dan terletak di sebelah utara provinsi Shanxi.

    Peluncuran perdana ini merupakan bagian dari rencana ‘Seribu Konstelasi’ SSST yang juga disebut ‘G60 Starlink Plan’, yakni mimpi China mengembangkan jaringan satelit pita lebar setara dengan Starlink.

    Satelit LEO biasanya beroperasi pada ketinggian 300km hingga 2.000km di atas permukaan Bumi. Manfaatnya adalah ongkos yang lebih murah dan menyediakan transmisi lebih efisien ketimbang satelit dengan orbit lebih tinggi.

    Starlink saat ini memiliki puluhan ribu pengguna di Amerika Serikat (AS). Perusahaan milik Elon Musk itu berencana menambah puluhan ribu satelit baru ke sistemnya.

    Kelompok peneliti China di People’s Liberation Army (PLA) selama dua tahun terkahir telah mempelajari penggunaan Starlink pada perang di Ukraina. Mereka berulang kali mewanti-wanti risiko yang bisa dialami China jika negara tersebut terlibat perang militer dengan AS.

    Pada Januari lalu, publikasi dari PLA mendeskripsikan bagaimana Starlink berperan sebagai ancaman keamanan bagi aset luar angkasa berbagai negara.

    Rencana besar SSST adalah meluncurkan 108 satelit pada tahun ini dan 648 satelit pada 2025 mendatang. Layanan satelitnya diharapkan mampu menyediakan cakupan jaringan global pada 2027 dan memiliki 15.000 satelit sebelum 2030.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Jurus Pemain Internet Lokal Hadapi Persaingan Bisnis & Operator Ilegal





    Next Article



    Elon Musk Jualan Internet di RI, Segini Harga dan Cara Daftarnya



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.