Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Harvard Ungkap 3 Tanda Bos Narsis dan Cara Menghadapinya
    Inspiring You

    Ahli Harvard Ungkap 3 Tanda Bos Narsis dan Cara Menghadapinya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman6 Agustus 2024Updated:6 Agustus 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    • Berikut tiga tanda Anda bekerja dengan bos yang narsis.

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam dunia kerja, seseorang pasti menemukan rekan kerja dengan berbagai karakter atau kepribadian, termasuk narsistik. Bahkan, bukan tidak mungkin jika Anda memiliki bos yang memiliki sifat narsis.

    Melansir dari CNBC Make It, profesor di Harvard Business School, Amy Edmondson mengungkapkan bahwa kepribadian narsistik dapat menciptakan struktur perusahaan dan gaya kepemimpinan yang tidak efektif.

    Menurut Edmondson, ciri-ciri utama dari kepribadian yang narsistik adalah selalu memikirkan atau berbicara tentang diri sendiri dan cenderung kurang berorientasi pada orang lain.

    “[Padahal] sosok yang dalam posisi ingin memimpin perlu berorientasi pada orang lain. Itu dimulai dengan kesadaran diri,” ujar Edmondson, Senin (5/8/2024).

    Berikut tiga tanda Anda bekerja dengan bos yang narsis.

    1. Mereka Mengaku Selalu Mendapatkan Pujian dan Menghindari Kesalahan

    Edmondson mengatakan, atasan yang narsis cenderung lebih menerima pujian atas hal-hal yang berjalan baik dan menghindari sesuatu yang buruk.

    “Lebih khusus lagi, mereka (bos narsistik) secara terang-terangan menyalahkan orang lain atau keadaan eksternal atas hal-hal yang tidak berjalan baik,” kata Edmondson.

    Sementara itu, psikolog psikolog klinis di Los Angeles, Dr. Ramani Durvasula, para bos narsistik juga sering merasa “terancam” jika ada karyawan yang berprestasi. Tak hanya itu, mereka juga akan “kesulitan” untuk memuji bawahan yang berhasil. Hal inilah yang mencirikan tipe kepribadian narsis dan antagonis.

    “Atasan yang narsis adalah penimbun bakat,” kata Durvasula.

    “Ketika seorang bos yang narsis mempekerjakan seseorang yang sangat berbakat, bukannya membantu bawahannya untuk mendapatkan peluang, mereka malah merasa terancam oleh bakat tersebut dan ingin karyawan tersebut membuat mereka terlihat baik,” lanjutnya.

    2. Sulit untuk Mendengarkan Orang Lain

    Seorang bos yang baik sering berkomunikasi dengan jelas, tetapi bos banyak bicara bukan berarti dapat menguntungkan tim.

    “Wajar jika mereka harus banyak menjelaskan, mengajar, dan mengklarifikasi tujuan, tetapi itu tidak sehat dan merupakan tanda narsisme jika mereka banyak bicara yang mengorbankan kemampuan mendengarkan,” kata Edmondson.

    Seorang atasan yang baik menyadari bahwa ada nilai tertentu dalam apa yang dikatakan orang lain, bahkan dari orang yang berposisi di bawah mereka.

    Namun karena seorang narsistik terjebak dalam gagasan bahwa hanya pikiran mereka yang penting, mendengarkan orang lain menjadi beban bagi mereka.

    Pujian untuk rekan kerja terasa mengancam bagi seorang narsistik. Selain itu, mereka juga sering kali merasa iri dengan keberhasilan atau pengakuan orang lain.

    “Jika seseorang di tim Anda melakukan pekerjaan yang hebat, wajar bagi saya untuk menghargainya,” kata Edmondson.

    “Jika saya memuji Anda, itu membuat saya tampak baik dan jika saya bos Anda, itu membuat saya tampak lebih baik. Namun, orang narsis tidak melihat demikian. Justru, itu adalah kesempatan yang hilang,” sambungnya.

    Menurut Edmondson, kekaguman atau rasa hormat terhadap orang lain dapat membuat orang narsis kesal, meskipun orang itu berpotensi membuat mereka tampak seperti manajer yang lebih baik.

    Lantas, bagaimanakah cara menghadapi bos yang narsis?

    Menurut Durvasula, Anda perlu mencari bimbingan dari orang lain di luar perusahaan untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.

    Lebih lanjut, jika ingin mendapat kenaikan gaji atau promosi, jangan mengandalkan atasan untuk membantu Anda. Sebaliknya, simpanlah bukti tentang bagaimana Anda berkontribusi terhadap keberhasilan proyek tertentu.

    Jika Anda menyampaikan ide kepada atasan, pastikan untuk menyertakan orang lain sebagai saksi.

    Durvasula mengatakan, tindakan ini dapat membantu Anda menghadapi atasan yang toxic, tetapi kecil kemungkinan untuk dapat menurunkan sifat narsis mereka.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan kecenderungan narsistik sangat sulit mungkin berubah. Adapun jika mereka berubah, itu akan sangat sedikit dan selama beberapa dekade.

    Lalu, jalan terbaik yang mungkin dapat Anda lakukan adalah mulai mencari pekerjaan lain

    “Kenali bahwa dalam sebagian besar kasus ini, satu-satunya jalan keluar adalah resign,” kata Durvasula.

    “Sulit untuk bekerja dengan bos yang narsis dalam jangka panjang,” pungkasnya.

    (rns/rns)

    Saksikan video di bawah ini:

    Inovasi Unik Brand Perawatan Tubuh Berebut Pasar RI

    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.