Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Komen Nyinyir Petinju Olimpiade Perempuan yang Diduga Pria
    Insight News

    Elon Musk Komen Nyinyir Petinju Olimpiade Perempuan yang Diduga Pria

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Agustus 2024Updated:3 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Petinju perempuan asal Italia, Angela Carini, tak bisa menyelesaikan kompetisi di ajang Olimpiade Paris 2024. Ia tak kuasa melawan pukulan telak dari Imane Khelif, petinju perempuan asal Algeria.

    Pada tahun lalu, Khelif didiskualidikasi dari ajang Women’s World Championship karena terdeteksi memiliki level testosteron di atas rata-rata.

    “Ini bisa menjadi pertandingan sekali seumur hidup. Namun, saya harus mempertahankan hidup saya pada momen itu,” kata Carini secara emosional pasca pertandingan di kelas 66kg, dikutip dari Deadline, Jumat (2/8/2024).

    Komite Olimpiade Internasional (IOC) mendapat kecaman dari berbagai pihak setelah pertandingan dihentikan karena kekhawatiran keamanan.

    Insiden tersebut viral di media sosial. Beberapa publik seperti Elon Musk dan J.K Rowling turut memberikan tanggapan.

    Mereka menuduh Khelif adalah seorang pria. Komite Olimpiade Algeria menyebut tuduhan tersebut tak berdasar.

    “Tak ada yang bisa menunjukkan pergerakan hak pria baru lebih baik ketimbang gambar ini. Senyuman pria yang tahu ia dilindungi oleh lembaga olahraga yang misoginis menikmati momen perempuan yang frustasi setelah dipukul di kepala dan mimpinya direnggut. #Paris2024,” tulis Rowling melalui akun X personalnya sembari membubuhkan foto momen Carini dan Khelif.

    [Gambas:Twitter]

    Musk juga mendukung postingan dari Riley Gaines, perenang asal Amerika Serikat. Gaines menuliskan “pria tak seharusnya ada di pertandingan perempuan” melalui akun X personal.

    Postingan itu lantas dibalas oleh Musk. “Tentu saja,” kata dia.

    Komentar lain muncul dari Judy Murray, ibu dari pemain tenis Andy Murray. “Ini tak bisa dibiarkan. Kembalikan tes swab. Olahraga harus adil dan aman bagi perempuan biologis,” ia menuturkan.

    Pada Rabu (30/7), IOC memberikan pembelaan atas keputusan mengizinkan Khelif bertanding di Olimpiade Paris.

    Juru bicara IOC Mark Adams mengatakan ia tak ingin mengomentari pihak tertentu secara personal. Namun, ia mengatakan kategori pertandingan perempuan sudah sesuai dengan aturan.

    “Mereka tercantum sebagai perempuan di paspor mereka. Dari situ sudah jelas statusnya,” kata dia.

    Ia menambahkan ini bukan isu transgender. Ia menegaskan atlet perempuan yang dimaksud sudah berkompetisi di kategori pertandingan perempuan selama bertahun-tahun.

    Di tengah perdebatan yang terjadi, Carini memberikan dukungan dan harapan baik bagi Khelif.

    “Saya berharap dia bisa lanjut sampai akhir dan bisa bahagia. Saya bukan orang yang menghakimi orang lain. Saya di sini tidak memberikan penghakiman,” ia menuturkan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Potensi Bisnis Data Center di Tengah ‘Ledakan” Data Digital

    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.